Sinarmas AM Meluncurkan DPLK Sinarmas AM, Fokus Mengedepankan Digitalisasi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sinarmas Asset Management (Sinarmas AM) resmi meluncurkan Dana Pensiun Lembaga Keuangan Sinarmas Asset Management (DPLK SAM) di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan, Jumat (3/7/2026).

Asal tahu saja, DPLK Sinarmas AM menjadi DPLK pertama di Indonesia yang didirikan oleh perusahaan Manajer Investasi. Adapun DPLK SAM telah mendapatkan izin Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan surat nomor KEP-39/D.05/2026 per 5 Juni 2026. 

Direktur Utama Sinarmas AM Alex Setyawan menyebut kehadiran DPLK SAM merupakan langkah strategis untuk memperluas inklusi keuangan, sekaligus memperkuat ekosistem investasi jangka panjang di Indonesia. Dia bilang peluncuran DPLK SAM bukan hanya ekspansi bisnis Sinarmas AM, melainkan juga bentuk kontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan finansial masyarakat Indonesia.


"Sebagai Manajer Investasi pertama yang mendirikan DPLK, kami ingin menghadirkan layanan dana pensiun berbasis digital yang lebih modern, mudah diakses, dan relevan dengan kebutuhan generasi masa kini,” ujarnya dalam konferensi pers di BEI, Jumat (3/7/2026).

Baca Juga: Hasil RUPST: Bank Bumi Arta (BNBA) Tak Bagi Dividen, Perubahan Komisaris Ditunda

Selama ini, Alex menyampaikan industri dana pensiun nasional masih menghadapi tantangan rendahnya tingkat partisipasi masyarakat. Dengan jumlah penduduk Indonesia yang telah melampaui 280 juta jiwa dan angkatan kerja lebih dari 150 juta orang, dia menyebut jumlah peserta program dana pensiun masih sangat relatif kecil dibandingkan total tenaga kerja nasional. Bahkan, sebagian besar pekerja informal dan pekerja mandiri belum memiliki program pensiun yang terencana. 

Sementara itu, Ketua Pengurus DPLK SAM Stephanus Rudi Ok menyampaikan fokus utama DPLK SAM menargetkan berbagai perusahaan dalam pilar usaha Sinar Mas dan perusahaan swasta di Indonesia, serta pekerja individual di sektor formal maupun informal, khususnya dalam Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP). Untuk mencapai target-target tersebut, dia bilang DPLK SAM akan memperluas pemasaran melalui kerja sama dengan aplikasi digital DPLK SAM, serta jaringan distribusi penjualan mitra-mitra DPLK SAM. 

"DPLK SAM didukung oleh tim profesional yang berdedikasi mendampingi pekerja dan masyarakat Indonesia dalam merencanakan masa depan dengan tenang dan pasti. DPLK SAM juga akan mengedepankan pengelolaan dana pensiun yang aman dan berbasis teknologi digital," tuturnya.

Stephanus menerangkan DPLK SAM memegang beberapa prinsip utama, yakni mendorong peningkatan kesadaran tentang pentingnya perencanaan pensiun sejak dini demi masa depan yang lebih tenang, menyediakan produk dana pensiun yang inklusif dan mudah diakses sesuai dengan gaya hidup dan kebutuhan generasi masa kini, serta mengintegrasikan teknologi digital untuk menghadirkan layanan dana pensiun yang efisien, transparan, dan terpercaya.

Dia menyebut DPLK SAM juga menyediakan produk dan layanan utama DPLK yang terdiri dari Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) untuk peserta individu (pekerja formal dan informal), Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) dan Dana Kompensasi Pasca Kerja (DKPK) untuk peserta institusi, Pembayaran Manfaat Pensiun Berkala (pensiun bulanan), dan Dana Pendidikan Anak.

Baca Juga: Ini Kata AAUI Soal Efek Iuran Penjaminan Polis terhadap Industri Asuransi

"DPLK SAM hadir dengan pendekatan yang berbeda melalui platform digital SimPensiun yang memungkinkan masyarakat melakukan pendaftaran, pemantauan dana, perubahan pilihan investasi, hingga pencairan manfaat pensiun secara online," ucapnya.

Stephanus menerangkan pendekatan digital tersebut dirancang untuk menjangkau generasi muda, khususnya Generasi Z dan generasi milenial yang mulai memasuki usia produktif. Sesuai Peta Jalan Pengembangan Dan Penguatan Dana Pensiun Indonesia 2024-2028, dia bilang realisasi tingkat densitas industri dana pensiun di Indonesia pada akhir 2023 masih tergolong rendah, yaitu hanya mencapai 18,94% dari 147,7 juta total jumlah angkatan kerja.

Berdasarkan berbagai studi perencanaan keuangan, Stephanus mengatakan makin dini seseorang memulai investasi untuk dana pensiun, makin kecil beban iuran yang diperlukan untuk mencapai target dana pensiun di masa depan. Meski demikian, dia menyebut kesadaran generasi muda terhadap pentingnya dana pensiun masih tergolong rendah karena pensiun sering dianggap sebagai kebutuhan yang belum masuk dalam skala prioritas dan dianggap sebagai kebutuhan yang masih lama waktunya.

Oleh karena itu, Stephanus mengatakan bahwa perubahan pola kerja dan gaya hidup generasi muda membutuhkan pendekatan baru dalam industri dana pensiun, salah satunya melalui digitalisasi. 

Baca Juga: Budi Gadai Indonesia: Pangsa Pasar Pergadaian Masih Besar dan Punya Prospek Baik

"Generasi muda saat ini sangat dekat dengan teknologi digital dan memiliki karakteristik investasi yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Dengan demikian, kami menghadirkan DPLK yang mudah diakses melalui aplikasi, fleksibel, transparan, dan terjangkau," ungkapnya.

Stephanus menerangkan setoran iuran yang dipatok mulai dari Rp 50.000 per bulan. Lewat iuran yang terjangkau tersebut, DPLK SAM berharap dapat membuka akses bagi pekerja formal, pekerja informal, freelancer, wirausahawan muda, hingga content creator untuk mulai membangun dana pensiun secara bertahap.

Sebagai DPLK baru yang berbasis digital, Stephanus menyampaikan DPLK SAM menargetkan pertumbuhan agresif dalam beberapa tahun ke depan. Pada 2026, aset kelolaan ditargetkan sebesar Rp 150 miliar dengan 15.000 peserta. Dia menambahkan bahwa pertumbuhan tersebut akan dibangun secara berkelanjutan melalui edukasi dan literasi keuangan, serta pemanfaatan pemasaran melalui layanan digital keuangan dan jaringan pemasaran lainnya.

Asal tahu saja, Sinarmas AM sebagai perusahaan pendiri DPLK SAM menjadi salah satu Manajer Investasi teratas di Indonesia berdasarkan dana kelolaan. Per Februari 2026, Sinarmas AM berhasil membukukan total Asset Under Management sebesar Rp 64,8 triliun, yang bersumber dari 34 produk Reksa Dana, DIRE dan Kontrak Pengelolaan Dana. Adapun Sinaramas AM juga memberikan pelayanan kepada para nasabah melalui 23 kantor cabang yang tersebar di seluruh Indonesia. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News