Sinarmas AM Targetkan Dana Kelolaan (AUM) Rp 70 Triliun pada 2026



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Sinarmas Asset Management (AM) menargetkan dana kelolaan atau assets under management (AUM) mencapai Rp 70 triliun pada tahun 2026. Upaya tersebut dilakukan melalui penerbitan sejumlah produk baru reksadana. 

Direktur Utama Sinarmas AM, Alex Setyawan mengatakan bahwa saat ini Sinarmas AM mengelola dana kelolaan sebesar Rp 65 triliun. Sebelumnya hingga akhir 2025 dana kelolaan Sinarmas AM mencapai Rp 62,39 triliun. 

“Kami menargetkan pertumbuhan dana kelolaan mencapai Rp 70 triliun (pada 2026) melalui pengembangan berbagai produk investasi dengan perluasan kanal distribusi,” ujar Alex dalam Market Outlook Sinarmas AM, Selasa (10/3/2026). 


Baca Juga: TWP90 di Atas 5%, OJK Lakukan Pengawasan Terhadap PAPITUPI Syariah dan ETHIS

Alex menyebut, pertumbuhan kinerja perusahaan didorong oleh strategi pengelolaan investasi yang disiplin, inovasi produk, serta penguatan jaringan distribusi yang luas melalui berbagai mitra strategis. Perusahaan juga terus mengembangkan berbagai solusi investasi yang memberikan akses kepada investor terhadap peluang investasi global. 

Alex optimistis, target AUM tercapai karena industri pengelolaan investasi di Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang positif. Hal ini seiring meningkatnya literasi keuangan dan partisipasi investor di pasar modal.

Per Januari 2026, total dana kelolaan industri manajemen investasi di Indonesia tercatat mencapai lebih dari Rp 1.058 triliun dengan total jumlah produk sebanyak 2.385 produk. Serta total nasabah mencapai lebih dari 20 juta nasabah. 

Ke depan, Sinarmas AM juga memperkenalkan produk terbaru berupa Reksadana Global berbasis S&P 500 ESG Shariah Index.

Baca Juga: Prudential Syariah Bagikan Tips Mengelola THR

Chief Investment Officer Sinarmas AM, Genta Wira Anjalu mengatakan, produk tersebut dirancang untuk memberikan akses kepada investor Indonesia untuk berinvestasi pada perusahaan – perusahaan global yang terdiversifikasi. Sekaligus memenuhi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta prinsip syariah. 

“Harapannya melalui produk ini, investor dapat memperoleh eksposur terhadap perusahaan – perusahaan global dengan standar tata kelola dan keberlanjutan yang kuat, sekaligus berpartisipasi dalam pertumbuhan ekonomi global,” ujar Genta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News