JAKARTA. Siap bersaing dengan perusahaan pembiayaan lokal, PT Sinarmas Hana Finance berencana membuka 15 kantor cabang baru dalam tiga tahun mendatang. Ekspansi bisnis yang dilakukan perusahaan dipastikan akan disokong permodalan yang kuat dari kelompok usaha. Randy Gunadi, Direktur Operasional Sinarmas Hana Finance, mengatakan, mulai tahun 2016 hingga 2019, perusahaan akan melakukan ekspansi bisnis lewat pembukaan kantor cabang sebanyak 15 unit. Setiap tahun, Sinarmas Hana Finance akan membuka lima kantor cabang dengan belanja modal diperkirakan sebesar Rp 5 miliar. Sebagai tahap awal, perusahaan akan membuka kantor cabang di Jakarta, Bekasi, Tangerang, dan Depok. Di tahun kedua dan tahun ketiga, ekspansi perusahaan akan merambah Jawa Barat dan Jawa Tengah. Sejalan dengan pembukaan kantor cabang, Randy memastikan, modal Sinarmas Hana Finance akan terus ditambah sesuai dengan komitmen tiga pemegang saham perusahaan. "Saat ini modal kami Rp 150 miliar. Sampai tahun ketiga, kami perkirakaan modal mencapai Rp 600 miliar," terang Randy, Selasa (8/12).
Sinarmas Hana Finance bakal tambah 15 kantor
JAKARTA. Siap bersaing dengan perusahaan pembiayaan lokal, PT Sinarmas Hana Finance berencana membuka 15 kantor cabang baru dalam tiga tahun mendatang. Ekspansi bisnis yang dilakukan perusahaan dipastikan akan disokong permodalan yang kuat dari kelompok usaha. Randy Gunadi, Direktur Operasional Sinarmas Hana Finance, mengatakan, mulai tahun 2016 hingga 2019, perusahaan akan melakukan ekspansi bisnis lewat pembukaan kantor cabang sebanyak 15 unit. Setiap tahun, Sinarmas Hana Finance akan membuka lima kantor cabang dengan belanja modal diperkirakan sebesar Rp 5 miliar. Sebagai tahap awal, perusahaan akan membuka kantor cabang di Jakarta, Bekasi, Tangerang, dan Depok. Di tahun kedua dan tahun ketiga, ekspansi perusahaan akan merambah Jawa Barat dan Jawa Tengah. Sejalan dengan pembukaan kantor cabang, Randy memastikan, modal Sinarmas Hana Finance akan terus ditambah sesuai dengan komitmen tiga pemegang saham perusahaan. "Saat ini modal kami Rp 150 miliar. Sampai tahun ketiga, kami perkirakaan modal mencapai Rp 600 miliar," terang Randy, Selasa (8/12).