Sinarmas Sekuritas Pangkas Target Harga Dharma Polimetal (DRMA), Simak Ulasannya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sinarmas Sekuritas merevisi turun target harga PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA). Tekanan pada harga saham menjadi penyebabnya.

Analis Sinarmas Sekuritas Isfhan Helmy menuturkan, kinerja tahunan DRMA di 2023 positif dengan pendapatan dan laba bersih, masing-masing tumbuh 42% YoY dan 55% YoY. Namun capaian pendapatan dan laba bersih DRMA di kuartal IV berada di bawah ekspektasinya.

Tahun ini, DRMA menetapkan target yang lebih moderat. Pendapatan diproyeksikan tumbuh 10%.


"Kami percaya ini dapat dicapai karena salah satu pelanggan utama baru untuk DRMA, Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) hampir mencapai kapasitas produksi 150 ribu unit," tulisnya dalam  riset Jumat (8/3).

Baca Juga: Sucor Sekuritas Pandang Positif Outlook Dharma Polimental (DRMA), Ini Rekomendasinya

Pada tahun 2023, manajemen mengindikasikan bahwa Hyundai telah memberikan kontribusi sekitar 10% terhadap total pendapatan, atau 30% terhadap pendapatan 4W. Berdasarkan data Gaikindo, produksi HMMI tahun 2023 adalah 125 ribu unit, meningkat 52% dari 82 ribu unit pada tahun 2022.

Di sisi lain, Isfhan melihat prospek industri yang belum pasti. Dijelaskan, saat event Indonesia International Motorshow (IIMS) pada 15-25 Februari menunjukkan pemulihan. Selama acara berlangsung, total nilai transaksi meningkat 23% dari acara tahun sebelumnya menjadi Rp 6,7 triliun.

Terlebih, pada Januari terjadi kemerosotan pada penjualan mobil. Di periode itu, penjualan 4W domestik pada urun 26% menjadi hanya 24.000 unit.

Hyundai, khususnya, mencatat penurunan 26% pada penjualan Januari 2024 menjadi 4 ribu unit, penurunan yang kurang lebih sama dengan pergerakan industri secara keseluruhan. "Dengan 35% dari penjualan selama IIMS berasal dari kendaraan listrik, kami pikir penjualan Hyundai dapat memperoleh daya tarik di bulan Februari, melalui IONIQ 5 dan All New Kona Electric," paparnya.

Selain itu, Toyota juga melaporkan peningkatan 30% pada unit yang terjual selama IIMS menjadi 2,5 ribu unit. Namun, Toyota memiliki porsi yang relatif kecil dari pendapatan DRMA dengan kontribusi hanya 5%.

Dari sisi saham, harga DRMA masih tertekan. Sejak awal tahun harganya telah turun 32,75% ke Rp 955 per Rabu (23/4). Karenanya, Sinarmas Sekuritas menurunkan target harga DRMA menjadi Rp 1.650 dari sebelumnya Rp 2.100.

 
DRMA Chart by TradingView

"Kami mempertahankan peringkat buy, dengan potensi kenaikan sekitar 30%," sebutnya.

Adapun risiko investasinya, penjualan industri otomotif yang lebih lambat dari perkiraan, biaya bahan baku yang lebih tinggi yang dapat mendorong kontraksi marjin, dan pendapatan yang lebih rendah dari JV karena permintaan yang lebih lemah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari