JAKARTA. PT Sinarmas Sekuritas siap menangani tiga penawaran perdana saham (initial public offering) dengan nilai total Rp 1,6 triliun di tahun depan. Direktur Utama PT Sinarmas Sekuritass Kokaryadi Chandra mengatakan, salah satu IPO yang ditangani adalah PT Telesindo yang berencana melepas 40% saham ke publik. IPO tersebut diperkirakan bisa meraup dana sebanyak-banyaknya Rp 1 triliun. "Nilainya tergantung kondisi pasar nanti karena masih volatil, tetapi target maksimum mungkin Rp 1 triliun," ujar kokaryadi, di Jakarta, Kamis (17/11).IPO Telesindo ini molor dari rencana semula. Sebelumnya, ditargetkan bisa digelar di penghujung tahun ini. Namun, Kokaryadi bilang, Telesindo baru bisa melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) di kuartal I tahun 2012. "Kami baru memasukkan permohonan izin ke Bapepam-LK (Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan) dua minggu lalu, dan izin efektifnya diperkirakan bisa diperoleh Desember 2011," paparnya. Untuk IPO tersebut, Telesindo akan menggunakan laporan keuangan Juni 2011.Adapun, dua IPO lainnya yang akan ditangani Sinarmas adalah dua perusahaan yang bergerak di sektor tekstil. Namun, Kokaryadi enggan membeberkan nama kedua perusahaan tersebut. "Yang dua ini kecil. Masing-masing nilainya sekitar Rp 300 miliar. Diperkirakan, IPO kedua perusahaan ini bisa dilakukan tahun depan," ungkapnya.Kokaryadi mengakui, saat ini minat investor terhadap saham-saham di sektor tekstil masih minim. Namun, dia optimistis IPO kedua perusahaan tersebut bisa terserap pasar. Alasannya, kondisi sektor tekstil Indonesia kini mulai membaik seiring dengan harga tekstil dalam negeri yang mulai kompetitif.Dia bilang, dulu tekstil didominasi oleh China. Namun, sekarang harga tekstil China sudah mulai mahal, sementara harga dalam negeri cukup kompetitif.Selain itu, permintaan akan tekstil masih cukup besar, baik di dalam maupun di luar negeri. Listing kedua perusahaan tersebut juga akan membawa dampak positif bagi Indonesia. "Perusahaan go public akan menarik negara dari luar untuk berinvestasi di dalam negeri," imbuh Kokaryadi.Sepanjang tahun ini, Sinarmas Sekuritas telah menangani penawaran umum saham perdana PT Indo Straits Tbk senilai Rp 95 miliar, dan PT Golden Energy Mines Tbk senilai Rp 2,25 triliun.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sinarmas tangani tiga IPO senilai Rp 1,6 triliun di 2012
JAKARTA. PT Sinarmas Sekuritas siap menangani tiga penawaran perdana saham (initial public offering) dengan nilai total Rp 1,6 triliun di tahun depan. Direktur Utama PT Sinarmas Sekuritass Kokaryadi Chandra mengatakan, salah satu IPO yang ditangani adalah PT Telesindo yang berencana melepas 40% saham ke publik. IPO tersebut diperkirakan bisa meraup dana sebanyak-banyaknya Rp 1 triliun. "Nilainya tergantung kondisi pasar nanti karena masih volatil, tetapi target maksimum mungkin Rp 1 triliun," ujar kokaryadi, di Jakarta, Kamis (17/11).IPO Telesindo ini molor dari rencana semula. Sebelumnya, ditargetkan bisa digelar di penghujung tahun ini. Namun, Kokaryadi bilang, Telesindo baru bisa melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) di kuartal I tahun 2012. "Kami baru memasukkan permohonan izin ke Bapepam-LK (Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan) dua minggu lalu, dan izin efektifnya diperkirakan bisa diperoleh Desember 2011," paparnya. Untuk IPO tersebut, Telesindo akan menggunakan laporan keuangan Juni 2011.Adapun, dua IPO lainnya yang akan ditangani Sinarmas adalah dua perusahaan yang bergerak di sektor tekstil. Namun, Kokaryadi enggan membeberkan nama kedua perusahaan tersebut. "Yang dua ini kecil. Masing-masing nilainya sekitar Rp 300 miliar. Diperkirakan, IPO kedua perusahaan ini bisa dilakukan tahun depan," ungkapnya.Kokaryadi mengakui, saat ini minat investor terhadap saham-saham di sektor tekstil masih minim. Namun, dia optimistis IPO kedua perusahaan tersebut bisa terserap pasar. Alasannya, kondisi sektor tekstil Indonesia kini mulai membaik seiring dengan harga tekstil dalam negeri yang mulai kompetitif.Dia bilang, dulu tekstil didominasi oleh China. Namun, sekarang harga tekstil China sudah mulai mahal, sementara harga dalam negeri cukup kompetitif.Selain itu, permintaan akan tekstil masih cukup besar, baik di dalam maupun di luar negeri. Listing kedua perusahaan tersebut juga akan membawa dampak positif bagi Indonesia. "Perusahaan go public akan menarik negara dari luar untuk berinvestasi di dalam negeri," imbuh Kokaryadi.Sepanjang tahun ini, Sinarmas Sekuritas telah menangani penawaran umum saham perdana PT Indo Straits Tbk senilai Rp 95 miliar, dan PT Golden Energy Mines Tbk senilai Rp 2,25 triliun.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News