KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) membutuhkan sinergi antara bqnlk perekonomian rakyat (BPR), securities crowdfunding (SCF) dan koperasi. Tujuannya membangun ekosistem keuangan yang terintegrasi bagi UMKM demi UMKM naik kelas. Di sisi lain, perlu juga upaya mendorong inklusi dan literasi keuangan UMKM di Indonesia. Menurut Ednaz Hermawan dari Direktorat Pengembangan UMKM dan Keuangan Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK), , sebenarnya ceruk pembiayaan banyak ruang terbuka lebar. Apalagi OJK dan Bank Indonesia (BI) telah membuat berbagai aturan agar pembiayaan UMKM meningkat. Mengingat jumlah UMKM 58 juta atau 98% dari total pelaku usaha di Indonesia. Bahkan banyak kredit dikucurkan mulai dari kredit usaha rakyat (KUR), kredit industri padat karya dan lainnya.
Sinergi BPR, Koperasi dan Securities Crowdfunding Jadi Kunci UMKM Naik Kelas
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) membutuhkan sinergi antara bqnlk perekonomian rakyat (BPR), securities crowdfunding (SCF) dan koperasi. Tujuannya membangun ekosistem keuangan yang terintegrasi bagi UMKM demi UMKM naik kelas. Di sisi lain, perlu juga upaya mendorong inklusi dan literasi keuangan UMKM di Indonesia. Menurut Ednaz Hermawan dari Direktorat Pengembangan UMKM dan Keuangan Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK), , sebenarnya ceruk pembiayaan banyak ruang terbuka lebar. Apalagi OJK dan Bank Indonesia (BI) telah membuat berbagai aturan agar pembiayaan UMKM meningkat. Mengingat jumlah UMKM 58 juta atau 98% dari total pelaku usaha di Indonesia. Bahkan banyak kredit dikucurkan mulai dari kredit usaha rakyat (KUR), kredit industri padat karya dan lainnya.