Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) Gandeng Deniko Untuk Perkuat Bisnis



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) tengah menyiapkan babak baru pengembangan bisnis melalui penguatan segmen manufaktur bahan baku pangan. Upaya ini ditempuh dengan menggandeng mitra asal Denmark, Deniko, untuk mengembangkan PT Sinar Aroma Sentosa (Sinarom).

Jadi, SMLE berencana melepas kepemilikannya di Sinarom sebesar 50% kepada Deniko melalui akuisisi saham. Langkah ini diharapkan dapat memperluas kemampuan produksi, memperkaya portofolio produk sekaligus membuka akses pasar internasional bagi bisnis bahan baku pangan SMLE.

Direktur Utama Sinergi Multi Lestarindo Siu Min menjelaskan, kerja sama ini bukan pembentukan perusahaan patungan baru. Kedua pihak akan menggabungkan kapabilitas yang saling melengkapi untuk memperbesar peluang bisnis Sinarom. Tujuan akuisisi ini adalah untuk memperkuat Sinarom melalui gabungan kapabilitas, portofolio produk, jaringan, dan juga keahlian dari Deniko, ujar Siu Min belum lama ini.


Sinarom dibentuk pada tahun 2024 sebagai pusat pencampuran bahan baku atau blending sekaligus fasilitas aplikasi untuk mendukung kebutuhan pelanggan. Keberadaan Sinarom memungkinkan SMLE mengolah bahan baku impor menjadi campuran dengan nilai tambah lebih tinggi.

Sebelumnya, SMLE lebih banyak bergerak dalam perdagangan bahan baku makanan dan minuman, termasuk rempah-rempah, ekstrak, serta bahan fungsional. Kini, kehadiran Sinarom menjadi pijakan untuk memperluas bisnis dari distribusi menuju kegiatan manufaktur.

Melalui fasilitas tersebut, SMLE mengembangkan produk perisa cair dan bubuk, campuran perisa, bumbu, minyak berbumbu, pasta bumbu, serta ekstrak botani. Pengembangan produk juga memanfaatkan rempah-rempah lokal yang berpotensi diolah menjadi produk bernilai tambah.

Namun, kemampuan Sinarom selama ini masih terbatas pada ekstrak, rempah, dan campuran minyak. SMLE belum memiliki pengetahuan teknis memadai untuk memproduksi solusi bahan baku bagi industri daging olahan maupun unggas.

Peran mitra baru

Di sinilah Deniko berperan sebagai mitra strategis. Perusahaan asal Denmark tersebut memiliki lebih dari 800 bahan baku dan pengalaman dalam menyediakan solusi untuk industri pengolahan daging serta unggas.

Deniko juga akan membawa keahlian formulasi, teknologi produksi, dan dukungan teknis yang dikembangkan melalui pengalaman panjang di pasar internasional. Hal ini diharapkan memperluas jangkauan produk Sinarom sekaligus meningkatkan standar kualitas produksinya.

Siu Min mengaku, hubungan bisnis SMLE dan Deniko sebenarnya telah terjalin sejak 2017. Selama ini, SMLE memasarkan sejumlah produk Deniko di Indonesia, sehingga kemitraan terbaru menjadi kelanjutan kerja sama yang telah terbentuk. "Dengan adanya Deniko mengambil alih 50% saham Sinarom, kami memiliki keyakinan bahwa bisnis Sinarom sendiri bisa ditingkatkan ke arah yang lebih besar," kata dia.

Setelah transaksi, kepemilikan Sinarom akan terbagi masing-masing 50% antara SMLE dan Deniko. Meski kepemilikan setara, SMLE tetap menjadi pengendali manajemen sesuai kesepakatan kedua pihak.

Sui Min pun menargetkan proses akuisisi dapat rampung sekitar Januari atau Februari 2027. Namun, tahapan transaksi tetap mengikuti penyelesaian uji tuntas dan persyaratan yang berlaku.

Dari sisi pengembangan produk, kerja sama ini akan memperluas bisnis Sinarom ke lima kategori baru. Di antaranya solusi daging olahan dan unggas, mayones serta saus, produk susu dan es krim, pengolahan makanan laut, serta bumbu makanan ringan.

Ekspansi tersebut membuka peluang bagi Sinarom untuk melayani kebutuhan industri pangan dengan formulasi yang lebih beragam. Deniko juga disebut bersedia melakukan lokalisasi sejumlah produk yang selama ini dibuat di Belanda.

Tak hanya itu, Sui Min memastikan transfer pengetahuan dari Deniko ke Sinarom akan dilakukan yang mencakup formulasi, bahan baku, tata letak manufaktur, serta proses produksi untuk memenuhi standar internasional. Sinarom juga akan dipersiapkan memenuhi standar kualitas internasional guna memperbesar kepercayaan pelanggan serta membuka peluang memasok produk ke pasar yang lebih luas.

Saat ini, SMLE akan memprioritaskan pasar Indonesia lebih dulu sebelum merambah Asia Tenggara, Asia Timur, dan Timur Tengah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News