KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam struktur ekonomi Indonesia tidak lagi dapat dipandang sebagai sektor pinggiran. UMKM telah menjadi tulang punggung perekonomian nasional, sehingga dukungan sektor keuangan diperlukan mendorong pertumbuhan UMKM. Dukungan tersebut tidak hanya memastikan UMKM mampu bertahan, tetapi juga naik kelas. Hal itu tidak semata dilakukan melalui perluasan akses pembiayaan, melainkan juga lewat pendampingan berkelanjutan agar UMKM dapat tumbuh dan berkembang secara berkesinambungan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat piutang pembiayaan perusahaan multifinance mencapai Rp 514,09 triliun per Maret 2026, tumbuh 0,61% secara tahunan (year-on-year/YoY) Adapun penyaluran pembiayaan industri multifinance kepada UMKM mencapai Rp 160,6 triliun per Maret 2026, mencakup 29,54% dari total piutang pembiayaan.
Sinergi Multifinance Mendorong Pertumbuhan UMKM
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam struktur ekonomi Indonesia tidak lagi dapat dipandang sebagai sektor pinggiran. UMKM telah menjadi tulang punggung perekonomian nasional, sehingga dukungan sektor keuangan diperlukan mendorong pertumbuhan UMKM. Dukungan tersebut tidak hanya memastikan UMKM mampu bertahan, tetapi juga naik kelas. Hal itu tidak semata dilakukan melalui perluasan akses pembiayaan, melainkan juga lewat pendampingan berkelanjutan agar UMKM dapat tumbuh dan berkembang secara berkesinambungan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat piutang pembiayaan perusahaan multifinance mencapai Rp 514,09 triliun per Maret 2026, tumbuh 0,61% secara tahunan (year-on-year/YoY) Adapun penyaluran pembiayaan industri multifinance kepada UMKM mencapai Rp 160,6 triliun per Maret 2026, mencakup 29,54% dari total piutang pembiayaan.