KONTAN.CO.ID - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) sukses menyalurkan pembiayaan ke lebih dari 23 juta nasabah ultra mikro hingga pertengahan Juni 2026. Angka tersebut mencakup perluasan pembiayaan ke wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) untuk mendorong UMKM, khususnya skala ultra mikro, naik kelas yang kini sedang PT Permodalan Nasional Madani (Persero) jalankan. Tak hanya itu, akselerasi tersebut sejalan dengan tujuan PNM dalam mendukung peran perempuan untuk naik kelas, khususnya dalam perekonomian. Langkah agresif tersebut diperkuat melalui sinergi strategis antara PNM dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara. Kolaborasi tersebut bertujuan untuk membuka hambatan geografis dan finansial yang selama ini dialami oleh para pelaku usaha kecil di daerah pelosok. Melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar), pemberdayaan tidak hanya fokus pada penyaluran permodalan formal semata, melainkan juga pendampingan usaha yang komprehensif. Direktur Utama PNM Kindaris menjelaskan, efektivitas program ini terletak pada formula integrasi tiga modal utama, yakni modal finansial, modal intelektual, dan modal sosial. PNM membantu bukan saja dalam hal pembiayaan usaha, tapi juga mendampingi nasabah dalam bentuk pelatihan, literasi keuangan, literasi usaha, dan capacity building. Pihaknya ingin memastikan setiap nasabah mendapatkan kesempatan berkembang dan akhirnya mampu naik kelas.
Sinergi PNM dan Danantara Berhasil Salurkan Pembiayaan hingga Wilayah 3T
KONTAN.CO.ID - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) sukses menyalurkan pembiayaan ke lebih dari 23 juta nasabah ultra mikro hingga pertengahan Juni 2026. Angka tersebut mencakup perluasan pembiayaan ke wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) untuk mendorong UMKM, khususnya skala ultra mikro, naik kelas yang kini sedang PT Permodalan Nasional Madani (Persero) jalankan. Tak hanya itu, akselerasi tersebut sejalan dengan tujuan PNM dalam mendukung peran perempuan untuk naik kelas, khususnya dalam perekonomian. Langkah agresif tersebut diperkuat melalui sinergi strategis antara PNM dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara. Kolaborasi tersebut bertujuan untuk membuka hambatan geografis dan finansial yang selama ini dialami oleh para pelaku usaha kecil di daerah pelosok. Melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar), pemberdayaan tidak hanya fokus pada penyaluran permodalan formal semata, melainkan juga pendampingan usaha yang komprehensif. Direktur Utama PNM Kindaris menjelaskan, efektivitas program ini terletak pada formula integrasi tiga modal utama, yakni modal finansial, modal intelektual, dan modal sosial. PNM membantu bukan saja dalam hal pembiayaan usaha, tapi juga mendampingi nasabah dalam bentuk pelatihan, literasi keuangan, literasi usaha, dan capacity building. Pihaknya ingin memastikan setiap nasabah mendapatkan kesempatan berkembang dan akhirnya mampu naik kelas.
TAG: