Singapore Airlines Pasarkan Obligasi Dim Sum 5 Tahun dengan Imbal Hasil Sekitar 2,8%



KONTAN.CO.ID - Singapore Airlines (SIA) mulai memasarkan obligasi dim sum bertenor lima tahun pada Selasa (23/6/2026). Obligasi dim sum merupakan instrumen utang berdenominasi yuan yang diterbitkan di luar daratan China.

Berdasarkan term sheet yang ditinjau Reuters, obligasi tersebut ditawarkan dengan indikasi imbal hasil awal (initial price guidance) sekitar 2,8%.

Baca Juga: DBS Raup Pendanaan US$ 2 Miliar dari Obligasi Covered Bond Tiga Tahun


Penerbitan ini menjadi bagian dari strategi pendanaan jangka panjang maskapai nasional Singapura tersebut untuk mendukung kebutuhan investasi dan operasional perusahaan.

Dana yang diperoleh dari penerbitan obligasi akan digunakan untuk membiayai pembelian pesawat dan pembayaran terkait, kebutuhan korporasi umum, modal kerja, serta refinancing atau pembiayaan kembali utang yang telah ada.

Obligasi tersebut dijadwalkan melakukan penyelesaian transaksi (settlement) pada 30 Juni 2026.

Instrumen ini akan diterbitkan melalui program surat utang multi-mata uang milik Singapore Airlines senilai S$ 10 miliar atau sekitar US$ 7,7 miliar.

Baca Juga: China Balas Daftar Hitam Pentagon, Perusahaan Rare Earth AS Jadi Sasaran

Manfaatkan Minat Investor terhadap Aset Yuan

Penerbitan obligasi dim sum memungkinkan perusahaan memperoleh akses ke basis investor yang lebih luas, khususnya investor yang mencari eksposur terhadap aset berdenominasi yuan tanpa harus berinvestasi langsung di pasar domestik China.

Pasar obligasi dim sum sendiri telah berkembang menjadi salah satu sumber pendanaan alternatif bagi perusahaan internasional yang ingin mendiversifikasi struktur pembiayaan mereka.

Dalam transaksi ini, sejumlah bank internasional ditunjuk sebagai joint lead managers dan bookrunners, yaitu Bank of China, DBS Bank, HSBC, dan Standard Chartered.

Baca Juga: Dolar AS Bertahan di Dekat Puncak Setahun, Didukung Lonjakan Imbal Hasil Obligasi

Sehari sebelumnya, Singapore Airlines mengumumkan rencana penerbitan obligasi dim sum benchmark tenor lima tahun dan menunjuk empat bank tersebut untuk mengatur transaksi yang berpotensi menjadi salah satu penerbitan obligasi yuan offshore penting oleh emiten Asia tahun ini.

Langkah ini juga mencerminkan upaya Singapore Airlines untuk memperkuat likuiditas dan menjaga fleksibilitas keuangan di tengah kebutuhan investasi armada yang terus meningkat serta dinamika industri penerbangan global yang masih menghadapi berbagai tantangan.