Singapura Keluarkan Stok Masker N95 untuk Hadapi Kabut Asap Karhutla



KONTAN.CO.ID - Pemerintah Singapura akhirnya mengeluarkan stok masker N95 dari persediaan nasional untuk melindungi masyarakat dari ancaman asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berasal dari Indonesia.

Kementerian Kesehatan Singapura atau Ministry of Health (MOH) menyatakan langkah tersebut dilakukan setelah terjadi peningkatan permintaan terhadap masker N95 maupun masker dengan perlindungan setara.

Menurut MOH, sejumlah toko sempat mengalami kekurangan masker karena permintaan tinggi, meski persediaan secara keseluruhan di gudang peritel dan apotek masih mencukupi.


"MOH menjaga stok masker N95, atau yang selevel, dan telah mengeluarkannya untuk mendukung peritel dalam memenuhi permintaan masyarakat," kata MOH, dikutip dari CNA.

Baca Juga: Singapura Ancam Bekukan Akses Pendanaan Perusahaan yang Terkait Karhutla Indonesia

Masker N95 Tersedia di Sejumlah Peritel

MOH menyebut masker N95 atau masker dengan perlindungan setara dapat dibeli di seluruh gerai NTUC FairPrice serta sejumlah jaringan apotek seperti Guardian, Unity dan Watsons.

Pemerintah juga bekerja sama dengan Cold Storage, Giant dan Sheng Siong untuk memastikan masker N95 atau produk setara tersedia secara bertahap di seluruh gerai mereka pada akhir pekan ini.

Masyarakat Singapura diminta membeli masker secukupnya untuk kebutuhan pribadi dan tidak melakukan pembelian berlebihan.

Langkah tersebut diperlukan agar persediaan dapat didistribusikan secara merata sekaligus mencegah pemborosan.

Selain N95, MOH menyebut masker KN95, FFP2 dan KF94 juga dapat membantu mengurangi paparan partikel akibat kabut asap.

Baca Juga: Kualitas Udara Malaysia-Singapura Tembus Level Bahaya Akibat Asap Karhutla Indonesia

Sempat Terjadi Kekurangan Masker

Consumers Association of Singapore (CASE) sebelumnya menerima laporan mengenai kelangkaan sementara sejumlah produk yang berkaitan dengan kabut asap, termasuk masker N95, alat pemurni udara dan filter.

Petugas CASE yang memeriksa sejumlah toko juga menemukan beberapa gerai kehabisan masker N95.

Pemerintah Singapura sebelumnya juga mulai membagikan masker N95 kepada kelompok masyarakat rentan setelah pembacaan PM2.5 per jam mencapai kategori sangat tinggi pada 14 Oktober.

CASE turut mengingatkan masyarakat agar tidak membeli masker maupun alat pemurni udara dari penjual yang tidak terverifikasi di pasar sekunder, termasuk melalui media sosial.

Langkah pemerintah Singapura mengeluarkan stok masker nasional dilakukan ketika kabut asap masih menjadi perhatian akibat kebakaran hutan dan lahan di kawasan tersebut.

Baca Juga: Singapura Jadi Kota Terpintar Kedua di Asia 2026, Nomor 9 Dunia