Singapura Terperosok ke Jurang Resesi



SINGAPURA. Pada kuartal lalu, perekonomian Singapura mengalami penurunan terburuk dalam 33 tahun terakhir. Hal ini disebabkan anjloknya tingkat ekspor yang akhirnya menggiring perekonomian negara-negara Asia jeblok. Tidak hanya itu, mata uang di kawasan regional pun mengalami pelemahan.

Berdasarkan laporan yang dirilis Menteri Perdagangan hari ini diketahui, Produk Domestik Bruto (PDB) Negeri Merlion itu mengalami penurunan sebesar 16,4% pada kuartal lalu dari kuartal tiga 2008. Meski demikian, penurunan itu lebih kecil dibanding prediksi analis pada 21 Januari lalu yang mematok 16,9%.

Adanya laporan tersebut juga menandakan, bahwa perekonomian Singapura telah mengalami kontraksi selama tiga kuartal berturut-turut. Itu artinya, perekonomian Singapura sudah masuk ke jurang resesi menyusul negara-negara Asia lainnya seperti Jepang, Hongkong dan Selandia Baru.


“Dengan melorotnya tingkat ekspor dan produksi di sektor industri, dapat dipastikan, sebentar lagi dolar Singapura juga akan keok. Tinggal menunggu waktu saja,” ujar Thio Chin Loo, Senior Currency Strategist BNP Paribas SA di Singapura.

Pada pukul 09.47 waktu Singapura, mata uang Singapura melemah 0,3% menjadi S$ 1,5322 terhadap dolar AS. Thio memprediksi, dolar Singapura akan terus melemah menjadi S$ 1,60 per US$ pada akhir Juni nanti.