JAKARTA. Sintesa Group nampaknya tak ingin muluk-muluk memasang target kinerja hingga akhir tahun. Mereka hanya pasang target pertumbuhan bisnis maksimal 10%. Pasalnya, perusahaan ini hanya bisa mengandalkan sektor barang konsumsi. Sementara tiga sektor bisnis lain, yakni industri, properti dan energi terdampak perlambatan ekonomi. Untuk sektor properti semisal, manajemen Sintesa Group menyatakan hingga kini, kontribusi pendapatan hotel belum sesuai harapan mereka. "Dari segi pasar, masih terjadi oversupply seperti hotel-hotel kami di Bali," alasan Chief Executive Officer Sintesa Group Shinta Widjaja Kamdani kepada KONTAN, Rabu (28/10).
Sintesa Group andalkan sektor barang konsumsi
JAKARTA. Sintesa Group nampaknya tak ingin muluk-muluk memasang target kinerja hingga akhir tahun. Mereka hanya pasang target pertumbuhan bisnis maksimal 10%. Pasalnya, perusahaan ini hanya bisa mengandalkan sektor barang konsumsi. Sementara tiga sektor bisnis lain, yakni industri, properti dan energi terdampak perlambatan ekonomi. Untuk sektor properti semisal, manajemen Sintesa Group menyatakan hingga kini, kontribusi pendapatan hotel belum sesuai harapan mereka. "Dari segi pasar, masih terjadi oversupply seperti hotel-hotel kami di Bali," alasan Chief Executive Officer Sintesa Group Shinta Widjaja Kamdani kepada KONTAN, Rabu (28/10).