Sinyal The Fed longgarkan kebijakan mengerek harga platinum



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Berkembangnya kabar Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserved (The Fed) bakal melonggarkan kebijakan moneternya dalam waktu dekat memancing anggapan pasar bahwa The Fed akan memangkas suku bunga acuannya dalam waktu dekat.

Di sisi lain, sentimen tersebut justru menjadi sentimen positif bagi pergerakan komoditas safe haven seperti emas, silver, paladium dan juga platinum. 

Direktur Utama Garuda Trading Ibrahim optimistis dalam sepekan ke depan harga platinum masih akan melanjutkan penguatan.


Berdasarkan data Bloomberg, harga platinum pada 17:05 WIB menguat 0,56% ke level US$ 817,20 per ons troi. "Kenaikan harga Platinum mengikuti pergerakan harga emas, silver dan paladium yang juga mengalami penguatan signifikan," jelas Ibrahim kepada Kontan.co.id, Jumat (14/6).

Sentimen yang sukses mendorong penguatan harga platinum di antaranya, terkait perkembangan geopolitik global, adanya kemungkinan bank sentral beberapa negara bakal menggelontorkan stimulus, seperti China, Eropa, dan AS. 

Menurutnya, jika data inflasi AS yang bakal dirilis pekan depan tidak mencapai 2%, maka cukup memungkinkan bagi The Fed untuk menggelontorkan stimulus hingga memangkas suku bunga acuannya.

Penggelontoran stimulus tersebut dianggap akan berdampak positif bagi harga komoditas safe haven seperti emas, silver, paladium hingga platinum. 

Apalagi, kondisi ekonomi global yang belum menentu saat ini, cenderung dimanfaatkan pasar untuk mengkoleksi logam mulia, ketimbang masuk ke komoditas tambang.

"Kalau emas kinclong, harga platinum juga bakal kinclong," ungkapnya.

Sentimen lainnya yang diyakini bakal mendorong penguatan harga platinum dalam jangka pendek yakni, kemungkinan bahwa pada pertemuan 19 Juni, The Fed masih akan mempertahankan suku bunga acuannya. Meskipun tidak dapat dipungkiri pembahasan mengenai rencana pemangkasan Fed Fund Rate (FFR) di akhir tahun. Hal ini seiring dengan melambatnya inflasi dan meningkatnya ketegangan perang dagang.

Sebagaimana diketahui, ketegangan perang dagang AS saat ini tidak hanya mengacu pada China, melainkan beberapa negara lain seperti Jepang, Eropa, juga Meksiko. Di sisi lain, tren suku bunga rendah mampu menjadikan tren harga logam mulia mengalami penguatan, termasuk platinum.

Konflik yang terjadi di Timur Tengah yang berpotensi memanas kembali, menurut Ibrahim bakal menggiring investor untuk beralih ke safe haven. Ditambah lagi, dari sisi teknikal beberapa indikator menunjukkan tren positif untuk pergerakan harga platinum ke depan.

Baik bollinger band dan moving average berada 10% di atas bollinger tengah, ini mengindikasikan harga masih akan naik. 

Indikator stochastic 70% positif, MACD 60% negatif, dan RSI 60% positif. Sehingga, kekuatan harga platinum untuk naik masih cukup tinggi.

"Kenaikan harga platinum hingga 0,5% hari ini, itu sudah cukup bagus sekali. Artinya bisa saja perdagangan minggu depan masih akan mengalami kenaikan karena The Fed masih akan dovish," tegasnya.

Ibrahim merekomendasikan buy untuk platinum. Pada perdagangan Senin (17/6) ia memperkirakan harga memungkinkan bergerak pada kisaran US$ 816,70 per ons troi, sementara resistance di level US$ 817,50 per ons troi. 

Untuk jangka menengah, Ibrahim optimistis harga platinum bisa menyentuh US$ 850 per ons troi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi