Siprus Pangkas Pajak dan Subsidi Pariwisata Imbas Perang Iran



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah Siprus mengambil langkah stimulus ekonomi untuk meredam dampak kenaikan biaya akibat konflik antara AS-Israel dan Iran. Presiden Nikos Christodoulides mengumumkan pemangkasan pajak listrik, pengurangan pajak bahan bakar, serta subsidi gaji di sektor pariwisata.

Kebijakan ini diambil seiring meningkatnya tekanan biaya hidup dan perlambatan sektor pariwisata akibat ketidakpastian keamanan di kawasan Timur Tengah. Siprus, sebagai negara Uni Eropa yang paling dekat secara geografis dengan wilayah konflik, merasakan dampak langsung dari eskalasi tersebut.

Stimulus untuk Tekan Biaya Hidup

Presiden Christodoulides menyatakan bahwa langkah-langkah ini akan mulai berlaku pada April dan Mei 2026, dengan durasi kebijakan yang berbeda-beda.


Pemerintah akan memberikan subsidi gaji hingga 30% bagi pekerja di sektor pariwisata selama April 2026. Selain itu, tarif pajak pertambahan nilai (PPN) untuk listrik rumah tangga akan dipangkas menjadi 5% hingga Maret 2027.

Baca Juga: Perang Iran Picu Krisis Rantai Pasok Asia, Harga Plastik hingga Makanan Melonjak

Sebelumnya, tarif PPN listrik telah diturunkan dari 19% menjadi 9% sebagai respons terhadap krisis energi yang dipicu konflik di Timur Tengah.

Sektor Pariwisata Tertekan

Sektor pariwisata Siprus mengalami perlambatan pemesanan seiring meningkatnya kekhawatiran wisatawan terhadap keamanan kawasan. Situasi ini memburuk setelah pangkalan militer Inggris di pulau tersebut diserang drone pada 2 Maret lalu.

Sebagai negara yang bergantung pada pariwisata, penurunan kunjungan wisatawan berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi Siprus dalam jangka pendek.