Sistem TI anyar, Garuda gratiskan penerbangan yang batal



JAKARTA. PT Garuda Indonesia (Persero) akhirnya angkat bicara terkait keterlambatan dan pembatalan sejumlah penerbangannya sejak kemarin.VP Corporate Communications Garuda Indonesia Pujobroto meminta maaf atas kejadian keterlambatan sampai pembatalan penerbangan yang terjadi. Ia menjelaskan, sampai kemarin ada beberapa penerbangan yang dibatalkan. Antara lain penerbangan ke Medan, Batam, Pangkal Pinang dan Padang dari Jakarta."Sampai hari ini pukul 10.30 WIB, ada 42 penerbangan yang telah diberangkatkan Garuda dari bandara Soekarno–Hatta ke berbagai kota di dalam dan luar negeri. Namun sampai saat ini kami terus melakukan pendataan kembali para penumpang yang kemarin tidak dapat berangkat untuk diprioritaskan keberangkatannya," kata Pujobroto dalam siaran persnya, Senin (22/11).Selain itu, Garuda juga berjanji akan menggratiskan penerbangan yang sempat tertunda itu dengan memberikan uang penggantian tiket yang sudah dibayarkan penumpang."Dengan demikian penerbangan yang dilakukan oleh para penumpang tersebut sepenuhnya menjadi tanggungan Garuda. Atau apabila para penumpang bersangkutan memutuskan untuk tidak jadi berangkat, maka Garuda Indonesia akan memberikan penggantian tiket sebanyak dua kali lipat," imbuhnya.Sementara terkait dengan proses perbaikan yang terus dilaksanakan oleh tim Garuda, Pujobroto memastikan masih ada beberapa penerbangan yang terpaksa harus dibatalkan hari ini.Meskipun tidak menyebut secara detil penerbangan yang dimaksud, Pujobroto memastikan akan memberikan penggantian (refund) sebesar dua kali dari nilai tiket yang telah dibeli penumpang.Seperi diketahui bahwa selama ini Garuda menerapkan sistem untuk memonitor pergerakan pesawat, pergerakan awak kabin, dan sistem utk memonitor jadwal penerbangan secara sendiri-sendiri.Dalam kaitan dengan upaya peningkatan sistem operasional penerbangan, Garuda menerapkan sistem baru "Integrated Operational Control System" yang mengintegrasikan sistem yang tadinya berdiri sendiri-sendiri tersebut."Walaupun telah disiapkan dengan baik dan juga telah disimulasikan, namun mengingat sistem yang baru tersebut akan mengelola kegiatan penerbangan GA yang melibatkan 81 pesawat, 580 penerbang, 2.000 awak kabin, dan penerbangan yang mencapai 2.000 setiap minggunya, maka dalam proses migrasi/transisi dari sistem lama ke sistem yang baru, masih juga terjadi ketidaksinkronan data/informasi khususnya menyangkut jadwal tugas para awak kabin," pungkas Pujobroto.Akibat ketidaksesuaian antara jadwal awak kabin dan jadwal penerbangan yang ada, maka hal tersebut mengakibatkan sejumlah penerbangan Garuda mengalami penundaan dan beberapa diantaranya dibatalkan.Saat ini tim Garuda terus melaksanakan upaya dan langkah-langkah perbaikan, dan diharapkan kegiatan penerbangan dapat berjalan normal kembali sesegera mungkin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: