Situasi Geopolitik Memanas, Pertamina Klaim Aset Migas di Venezuela Tak Terdampak



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) memastikan aset serta kegiatan operasional perusahaan afiliasinya di Venezuela masih berjalan aman di tengah eskalasi situasi geopolitik di negara tersebut.

Manager Relations PIEP Dhaneswari Retnowardhani mengungkapkan, PIEP merupakan pemegang saham mayoritas Maurel & Prom (M&P) dengan kepemilikan sebesar 71,09%. Salah satu aset yang dikelola oleh M&P berada di Venezuela.

“Sehubungan dengan perkembangan situasi terkini, berdasarkan pemantauan yang dilakukan hingga saat ini tidak terdapat dampak terhadap aset dan staf Maurel & Prom di Venezuela,” ujar Dhaneswari dalam keterangan resmi, Senin (5/1/2026).


Baca Juga: Pertamina EP Adera Field Temuan Sumur Minyak Baru dengan Potensi 3.442 Barel

Ia menambahkan, PIEP terus melakukan pemantauan secara cermat terhadap dinamika situasi yang berkembang. Selain itu, perusahaan juga menjalin koordinasi secara berkelanjutan dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Caracas sebagai bagian dari langkah kehati-hatian perusahaan.

Langkah tersebut, lanjutnya, merupakan wujud komitmen PIEP dalam memastikan keselamatan personel serta keberlangsungan operasional aset hulu migas yang dikelola melalui Maurel & Prom di Venezuela.

Pernyataan PIEP ini menyusul operasi militer Amerika Serikat (AS) di Venezuela yang dilaporkan berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya. Bloomberg melaporkan, operasi militer kilat tersebut berlangsung kurang dari tiga jam dan melibatkan lebih dari 150 pesawat militer AS setelah sistem pertahanan udara Venezuela berhasil dilumpuhkan.

Unit Delta Force Angkatan Darat AS kemudian diterjunkan ke pangkalan militer tempat Maduro bermalam. Pasukan tersebut mendobrak lokasi persembunyian dan menangkap Maduro beserta istrinya sebelum keduanya mencapai ruang aman. Selanjutnya, pasangan itu diterbangkan dengan helikopter menuju sebuah kapal perang AS untuk kemudian dibawa ke New York untuk menjalani proses hukum.

Baca Juga: Persetujuan RKAB 2026 Belum Terbit, Tata Kelola Minerba Disorot

Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi operasi tersebut pada Sabtu (3/1/2026). Ia mengklaim menyaksikan langsung jalannya operasi melalui siaran langsung.

Di tengah ketidakpastian politik tersebut, PIEP menegaskan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, mitigasi risiko, serta koordinasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan guna menjaga stabilitas aset dan operasional perusahaan di luar negeri.

Selanjutnya: Sentenced to Be a Hero Sub Indo: Daftar Link Streaming, Sinopsis, dan Jadwal Rilis

Menarik Dibaca: Promo HokBen Spesial Musim Hujan, Beli Hoka Ramen Gratis Bubur Hangat Khas Jepang

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News