KONTAN.CO.ID - RAMALLAH. Para pejabat Palestina menyambut baik penetapan Sebastia di Tepi Barat yang diduduki oleh UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia, dengan harapan hal itu akan mencegah Israel memperluas kendalinya di desa kuno tersebut, sementara Israel mengecamnya sebagai keputusan politik. Sebastia, di Tepi Barat bagian utara, memiliki sisa-sisa arkeologis dari periode-periode berturut-turut yang berasal setidaknya dari abad ke-9 SM, ibu kota kerajaan Israel, melalui periode Helenistik, Romawi, Bizantium, Islam, Perang Salib, dan Ottoman, menurut UNESCO, organisasi budaya Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pohon-pohon zaitun mengelilingi situs tersebut, menghiasi lanskap yang dipenuhi pilar-pilar Romawi, tembok-tembok kuno, tangga batu, dan amfiteater. Secara tradisional, tempat ini dianggap sebagai tempat pemakaman Yohanes Pembaptis.
Situs Kuno Sebastia Masuk Warisan Dunia UNESCO, Palestina-Israel Berselisih
KONTAN.CO.ID - RAMALLAH. Para pejabat Palestina menyambut baik penetapan Sebastia di Tepi Barat yang diduduki oleh UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia, dengan harapan hal itu akan mencegah Israel memperluas kendalinya di desa kuno tersebut, sementara Israel mengecamnya sebagai keputusan politik. Sebastia, di Tepi Barat bagian utara, memiliki sisa-sisa arkeologis dari periode-periode berturut-turut yang berasal setidaknya dari abad ke-9 SM, ibu kota kerajaan Israel, melalui periode Helenistik, Romawi, Bizantium, Islam, Perang Salib, dan Ottoman, menurut UNESCO, organisasi budaya Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pohon-pohon zaitun mengelilingi situs tersebut, menghiasi lanskap yang dipenuhi pilar-pilar Romawi, tembok-tembok kuno, tangga batu, dan amfiteater. Secara tradisional, tempat ini dianggap sebagai tempat pemakaman Yohanes Pembaptis.