KONTAN.CO.ID - Raksasa akuntansi dan konsultan KPMG Australia kembali diguncang skandal internal. Pada hari Selasa (23/6/2026), perusahaan mengumumkan bahwa Ketua Dewan (Chairman) beserta dua partner seniornya telah mengundurkan diri terkait penanganan kasus dugaan penyalahgunaan informasi rahasia klien demi memenangkan tender audit.
Baca Juga: Rupiah Melemah Selasa (23/6) Pagi, Ringgit Jadi Juara Penguatan di Pasar Valas Asia Kepergian Chairman Martin Sheppard, serta dua partner audit Paul Rogers dan Eileen Hoggett, menjadi babak baru dari rentetan dampak skandal yang tengah melilit perusahaan tersebut. Sebelumnya, krisis ini juga telah memaksa CEO dan kepala divisi audit KPMG Australia untuk meletakkan jabatan mereka. "Keputusan yang diumumkan hari ini sangat mendesak dan diperlukan," ungkap CEO Interim KPMG Australia, Stan Stavros, dalam pernyataan resminya dilansir
Reuters. "Kami menyadari bahwa kami gagal memenuhi standar yang diharapkan. Kami juga memahami dampak besar yang ditimbulkan oleh kejadian ini terhadap pihak pelapor (whistleblower), karyawan kami, para klien, serta masyarakat luas." KPMG Australia terus menjadi sorotan tajam setelah seorang
whistleblower membongkar bahwa perusahaan diduga menyalahgunakan dokumen rahasia milik raksasa real estat Lendlease. Dokumen internal tersebut ditengarai dimanfaatkan secara ilegal untuk memperkuat proposal penawaran KPMG dalam beberapa tender audit bernilai besar.
Baca Juga: Syarat Lolos Grup L Piala Dunia 2026: Inggris, Ghana, Panama, Kroasia Dalam dokumen tuduhan yang dibuka kepada publik pada Maret lalu, nama Paul Rogers dan Eileen Hoggett secara langsung disebut sebagai partner utama dari tim audit Lendlease yang terlibat dalam pelanggaran kode etik tersebut. Saat ini, keduanya tengah berada di bawah penyelidikan intensif oleh regulator korporasi Australia. Sebagai langkah darurat untuk memulihkan kepercayaan publik dan memperbaiki tata kelola perusahaan yang hancur akibat skandal ini, KPMG menyatakan berkomitmen untuk segera menunjuk ketua independen baru serta menambah jajaran anggota independen ke dalam struktur dewan direksi mereka di Australia.