KONTAN.CO.ID - Kabar mengejutkan datang dari raksasa logistik asal Uni Emirat Arab (UEA). Sultan Ahmed Bin Sulayem, sosok yang selama ini menjadi wajah pertumbuhan ekonomi Dubai, resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Chairman sekaligus Chief Executive Officer (CEO) DP World pada Jumat (13/2). Langkah pengunduran diri ini merupakan buntut dari tekanan hebat yang melanda perusahaan dalam sepekan terakhir.
Tekanan Investor Global dan Penggantian Pimpinan
Tekanan terhadap DP World memuncak setelah sejumlah investor strategis internasional mulai mengambil jarak. Melansir pemberitaan Reuters, badan pendanaan pembangunan Inggris, British International Investment (BII), serta dana pensiun terbesar kedua di Kanada, La Caisse (CDPQ), menyatakan penangguhan seluruh investasi baru di DP World. Keputusan para investor kakap ini didasari atas munculnya nama Bin Sulayem dalam dokumen yang dirilis oleh Departemen Kehakiman AS. Meskipun keterlibatan dalam dokumen tersebut bukan merupakan bukti aktivitas kriminal, para investor memilih untuk menghentikan kerja sama demi menjaga standar tata kelola perusahaan. Menanggapi situasi yang berkembang, otoritas Dubai bergerak cepat untuk menjaga stabilitas operasional perusahaan. Berikut adalah struktur kepemimpinan baru DP World:- Chairman Dewan Direksi: Dijabat oleh Essa Kazim, yang saat ini juga menjabat sebagai Gubernur Dubai International Financial Centre (DIFC).
- Group Chief Executive Officer (CEO): Dijabat oleh Yuvraj Narayan, veteran perusahaan yang telah bergabung sejak tahun 2004 dan sebelumnya menjabat sebagai Deputy CEO.
Jejak Dokumen Epstein dan Dampak Global
Dokumen yang menjadi pemicu mundurnya Bin Sulayem tersebut mencakup jutaan catatan yang dipublikasikan oleh otoritas hukum AS. Dalam dokumen tersebut, terdapat indikasi hubungan dekat antara Bin Sulayem dan Jeffrey Epstein yang berlangsung selama lebih dari satu dekade, bahkan setelah Epstein divonis bersalah pada tahun 2008 atas tuduhan prostitusi yang melibatkan anak di bawah umur. Dokumen tersebut memuat surat elektronik (email) dan pesan singkat yang menunjukkan diskusi mengenai bisnis, percakapan terkait seks, hingga rencana kunjungan ke pulau pribadi milik Epstein di Karibia. Namun, hingga saat ini, belum ada verifikasi independen mengenai kebenaran penuh dari isi percakapan tersebut. Skandal ini tidak hanya mengguncang Dubai. Efek domino dari rilis dokumen Epstein telah menjatuhkan sejumlah tokoh besar di dunia finansial dan politik global, di antaranya:- Kathy Ruemmler: General Counsel Goldman Sachs yang dikabarkan akan mengundurkan diri pada musim panas ini.
- Pejabat Inggris: Setidaknya tiga anggota pemerintahan Perdana Menteri Keir Starmer mengundurkan diri setelah penunjukan Peter Mandelson sebagai duta besar untuk AS memicu krisis politik internal.
Profil Sultan Ahmed Bin Sulayem: Arsitek Dubai Modern
Sultan Ahmed Bin Sulayem bukan sekadar eksekutif korporasi, melainkan salah satu arsitek utama di balik transformasi Dubai menjadi pusat bisnis dan pariwisata dunia. Selama masa jabatannya, Bin Sulayem membidani lahirnya berbagai proyek ikonik, seperti:- Nakheel: Pengembang real estat di balik pembangunan pulau berbentuk palem yang melegenda (Palm Jumeirah).
- DMCC: Pembentukan bursa komoditas Dubai yang menjadi pusat perdagangan emas dan berlian global.
- Ekspansi DP World: Mengubah entitas lokal menjadi operator logistik raksasa yang menangani sekitar 10% lalu lintas kontainer global.