KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan asuransi tidak mau ketinggalan memanfaatkan skema
coordination of benefit (COB) yang sudah diresmikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Lewat skema ini, pengguna asuransi bisa memanfaatkan BPJS Kesehatan serta asuransi bersamaan, tapi khawatir pembayaran ganda. Ini juga dilakukan oleh PT Sompo Insurance Indonesia. Perusahaan asuransi asal Jepang ini memiliki produk Sompo HealthCare+, yang bisa digunakan dengan skema COB. “Sompo HealthCare+ hadir melengkapi manfaat program Jaminan Kesehatan Nasional yang diselenggarakan BPJS Kesehatan,” sebut Dolly Ritonga,
Chief Health Officer Sompo Insurance, dalam keterangan resmi, Sabtu (31/1/2026).
Baca Juga: Siap Tambah Porsi Saham, BPJS Ketenagakerjaan Prioritaskan Sektor Saham Ini Sompo HealthCare+ merupakan solusi asuransi kesehatan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan skala bisnis perusahaan, baik perusahaan berskala besar, menengah, hingga mikro. Sompo Insurance mengklaim, asuransi kesehatan ini tidak hanya berperan sebagai transaksi finansial, tetapi juga sebagai bagian dari strategi proteksi aset dan perencanaan kesehatan jangka panjang. Dolly memaparkan, Sompo HealthCare+ bisa menjadi solusi penting untuk menekan risiko biaya layanan kesehatan yang tidak terduga. Ini dapat membantu menutup celah risiko finansial akibat lonjakan biaya kesehatan.
Baca Juga: Dukung UMKM, Sompo Insurance Dorong Penjualan Asuransi Kesehatan Kumpulan Bagi UMKM “Asuransi swasta berperan sebagai pelengkap dan menawarkan perlindungan tambahan seperti rawat inap dengan fasilitas yang lebih luas, rawat jalan, obat-obatan khusus, serta manfaat untuk risiko penyakit kronis yang belum sepenuhnya tercakup oleh BPJS,” jelas Dolly. Dengan demikian, asuransi ini juga bisa membantu pengguna jasa kesehatan mengatasi inflasi medis yang terus meningkat. Apalagi, inflasi medis tahun ini tetap diperkirakan pada level tinggi. Laporan Willis Towers Watson mengenai tren kesehatan 2026 menyebut, inflasi medis di Indonesia diperkirakan meningkat sekitar 15%, sedikit di atas rata-rata kawasan Asia Pasifik yang mencapai 14%.
Baca Juga: Sompo Insurance Tawarkan Asuransi Perjalanan Mulai dari Rp 20.000 Kondisi ini tidak hanya berdampak pada individu dan keluarga, tetapi juga perusahaan yang perlu memastikan keberlanjutan perlindungan kesehatan karyawan tanpa membebani arus kas secara berlebihan. Dolly mengatakan, meningkatnya biaya layanan kesehatan turut mendorong perubahan cara pandang masyarakat terhadap proteksi kesehatan. “Di tengah tantangan biaya dan kompleksitas kebutuhan kesehatan, masyarakat kini semakin memahami pentingnya perlindungan kesehatan yang komprehensif dan berkelanjutan,” kata dia. Hingga akhir 2025, Sompo Insurance melayani asuransi kesehatan di lebih dari 300 perusahaan dan UMKM. Sompo Insurance terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan solusi asuransi kesehatan yang berkelanjutan.
Di tengah tantangan inflasi medis dan masih terbukanya peluang pasar, Sompo Insurance tetap optimistis pertumbuhan asuransi kesehatan akan terus berlanjut pada tahun 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News