KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) melaporkan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) telah menyelesaikan kegiatan pengeboran dua sumur pengembangan di Provinsi Riau. Kedua sumur tersebut kini tercatat telah resmi menyandang status Put On Production (POP) dengan realisasi kapasitas awal yang berbeda dari target awal perencanaan. Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan, penyelesaian tajak pertama dilakukan pada Sumur Tiang 00004 yang di mulai sejak 17 September 2026 dan masuk tahap
initial completion pada 19 Oktober 2026.
Baca Juga: Kinerja Melesat, PTBA Siapkan Langkah Strategis Jaga Nilai Perusahaan Lebih lanjut Djoko bulang, laporan rincian teknis operasional terkait capaian volume produksi awal yang berhasil ditorehkan pada sumur tersebut. "PT Pertamina Hulu Rokan telah melakukan tajak sumur pengembangan Tiang 00004 di Provinsi Riau pada 17 September 2026 dan per tanggal 24 Oktober 2026 telah berhasil Put On Production (POP) dengan produksi awal mencapai 1.246 BOPD dan water cut 17,29% menggunakan ESP, melebihi target sekitar 542% dari target awal 230 BOPD (5,42 kali lebih tinggi dari target produksi)," ujarnya kepada Kontan.co.id, Senin (26/10/2026). Djoko menjelaskan, sumur Tiang 00004 dibor mengincar potensi
reservoar pada lapisan Pematang dengan metode pengeboran berarah atau
directional hingga kedalaman akhir 4.770 ftMD. Proses operasional sumur tersebut memakan waktu pelaksanaan selama 36 hari yang mencakup tahapan mobilisasi,
drilling, hingga pekerjaan
initial completion. "Pelaksanaan operasi di Sumur Tiang 00004 tercatat telah membukukan total
safe operational hours sebesar 882 jam sejak pertama kali tajak hingga uji produksi, dengan tetap mengutamakan komitmen terhadap aspek HSSE dan Operational Excellence," tuturnya. Sementara itu, proyek pengeboran kedua dilakukan pada Sumur Pudu 00025 yang melalui masa tajak sejak 24 Agustus 2026 dan diselesaikan pengeborannya pada 15 September 2026. Sumur ini resmi berstatus POP pada 23 Oktober 2026 dengan capaian angka
water cut yang tercatat jauh lebih rendah yakni di level 0,21%.
Baca Juga: Kimia Farma (KAEF) Bidik Peluang Bisnis dari Manufaktur Kontrak Farmasi "PT. Pertamina Hulu Rokan telah melakukan tajak sumur pengembangan Pudu 00025 di Provinsi Riau pada 24 Agustus 2026 dan per tanggal 23 Oktober 2026 telah berhasil POP dengan produksi awal mencapai 1.038 BOPD dan water cut 0,21% menggunakan ESP, melebihi target sekitar 830,4% dari target awal 125 BOPD (8,3 kali lebih tinggi dari target produksi)," papar Djoko.
Djoko menuturkan, operasi sumur Pudu 00025 dilakukan secara berarah menargetkan lapisan Menggala dan Pematang menggunakan bantuan rig PDSI 54.2 hingga kedalaman akhir 6.023 ftMD. Pengerjaan sumur ini menelan total durasi pelaksanaan selama 32 hari dengan estimasi biaya di lapangan sebesar US$ 1.762.935 atau setara 115% dari anggaran awal. "Pelaksanaan operasi di Sumur Pudu 00025 tercatat telah membukukan total
safe ops hours sebesar 1.434 jam sejak pertama kali tajak hingga uji produksi, dengan tetap mengutamakan komitmen terhadap aspek HSSE dan Operational Excellence," pungkas Djoko. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News