SKK Migas mengklaim telah menghemat Rp 2,2 T



JAKARTA.  SKK Migas mengklaim, penghematan pengadaan barang dan jasa di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) tahun lalu mencapai US$ 226 juta atau sekitar Rp 2,2 triliun. SKK migas mengklaim, penghematan ini lebih tinggi 46% dari target tahun 2012 yang sebesar US$ 155 juta.

Dalam siaran pers, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Rudi Rubiandini menjelaskan, tren penghematan pengadaan barang dan jasa meningkat setiap tahun. Tahun 2010, penghematan baru US$ 96,5 juta. Tahun 2011 menjadi US$ 155,4 juta. Lalu tahun 2013 ini, SKK Migas dan kontraktor menargetkan penghematan senilai US$ 200 juta.  

Untuk tahun ini, penghematan sebanyak 183 juta dollar AS berasal dari kontrak pengadaan dan pemanfaatan fasilitas bersama. Sisanya, sebesar US$ 43 juta atau Rp 420 miliar berasal dari optimalisasi inventory.


Rudi menuturkan bahwa pengadaan bersama adalah pengadaan kolektif oleh para kontraktor yang beroperasi di wilayah berdekatan maupun yang memiliki kegiatan serupa dalam jangka waktu tertentu. Contohnya, kontrak bersama sewa rig oleh Talisman, ConocoPhillips, ENI, Marathon, Statoil, dan Anadarko untuk pengeboran laut dalam. Jumlah penghematannya mencapai US$ 29,6 juta. Adapun pemanfaatan bersama adalah pemanfaatan aset yang telah dioperasikan satu kontraktor, kemudian ikut dimanfaatkan oleh kontraktor lain. Misalnya, pemanfaatan bersama FSO Cinta Natomas yang dioperasikan JOB Pertamina-Petrochina East Java. Fasilitas ini dimanfaatkan juga oleh Mobil Cepu Ltd, Pertamina EP Cepu, dan Pertamina EP Region Jawa dengan penghematan sebesar US$ 8,5 juta.

Sedangkan, optimalisasi inventory berupa transfer material dan pinjam pakai aset. Contohnya, transfer surplus material dari Total E&P Indonesie ke Salamander Bangkanai yang menghemat US$ 3,2 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: