SKK Migas yakin pengeboran minyak capai target



JAKARTA. Sepanjang tahun 2016, produksi minyak dan gas Indonesia bisa dibilang cukup stabil. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) pun optimis target produksi minyak sebesar 820.000 barel oil per day (BOPD) tercapai di akhir tahun 2016

Wakil Kepala SKK Migas, M.I.Zikrullah mengaku produksi hingga akhir tahun akan sesuai target APBN 2016. Pasalnya produksi minyak dari blok Cepu masih cukup baik sejauh ini.

Seperti diketahui, blok Cepu merupakan andalan bagi produksi minyak Indonesia. "Blok Cepu sekarang produksinya 165.000 bopd. Tahun depan 200.000 bopd,"kata Zikrullah pada Jumat (25/11).


Dengan produksi yang baik tersebut, Zikrullah menyebut rata-rata harian produksi minyak Indonesia telah lebih dari 820.000 BODP. "Produksinya baguslah. Rata-rata lebih 820.000 BOPD,"imbuhnya.

Pada Oktober lalu, SKK Migas juga mencatat hingga pertengahan Oktober 2016, rata-rata produksi minyak telah mencapai di atas target APBN 2016 yaitu mencapai 834.600 dan gas mencapai 6.900 mmscfd. Pencapaian tersebut didukung juga oleh sejumlah proyek migas yang berhasil onstream sejak awal tahun.

Tercatat pada Februari 2016, proyek Banyu Urip berhasil mencapai puncak produksi dengan kapasitas produksi 185.000. Di susul oleh proyek Bukit Tua OTF yang memproduksi minyak sebesar 20.000 bopd dan 50 mmscfd pada Maret 2016.

Diikuti oleh proyek Pondok Makmur produksi 4.000 bopd dan 42 mmscfd yang onstream pada Mei 2016. Pada akhir Agustus 2016, proyek Bangka berhasil onstream. Proyek Bangka ini menyumbang produksi kondensat sebesar 4.000 bopd dan 110 mmscfd.

Teranyar adalah produksi minyak dari lapangan Alkatara Blok Lemang. Produksi dari lapangan tersebut menyumbang 500 bopd terhadap produksi minyak nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia