KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Perusahaan teknologi energi global SLB menjalin kerja sama strategis dengan Star Energy Geothermal, anak usaha Barito Renewables Energy Tbk (
BREN), untuk mempercepat pengembangan proyek panas bumi serta penerapan teknologi masa depan di Indonesia dan pasar global. Kolaborasi tersebut dituangkan dalam sejumlah perjanjian dan kerangka kerja yang mencakup perencanaan lapangan, operasional pengeboran, hingga pemetaan potensi pengembangan panas bumi jangka panjang. Salah satu fokus utama kerja sama ini adalah proyek panas bumi Sekincau di Indonesia.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Perpanjangan Kontrak ExxonMobil di Blok Cepu hingga 2055 Dalam proyek Sekincau, SLB akan mendukung desain dan perencanaan pengembangan lapangan, sekaligus menyediakan layanan pengeboran terintegrasi pada fase pengembangan. Kedua pihak juga menyepakati kerangka kerja untuk mengidentifikasi serta mengevaluasi peluang panas bumi di masa mendatang, termasuk potensi ekspansi di Amerika Utara. Presiden Direktur Barito Renewables sekaligus CEO Grup Star Energy Geothermal Hendra Tan menilai, Indonesia memiliki peluang besar menjadi pemain utama energi panas bumi dunia. Ia menyebut kolaborasi ini diarahkan untuk mengubah potensi tersebut menjadi proyek yang berdampak nyata.
Baca Juga: Anak Usaha MPMX Perkuat Program Bank Sampah, BSSMT Raih Juara I Kota Tangerang “Kolaborasi ini menandai langkah penting dalam membangun keahlian yang berpusat di Indonesia dan dapat diperluas ke tingkat internasional,” ujar Hendra dalam keterangan resmi, Jumat (20/2/2026). Melalui kesepakatan ini, SLB berkomitmen meningkatkan efisiensi pengembangan proyek, menurunkan risiko pemetaan bawah permukaan, serta mendukung realisasi proyek panas bumi yang layak secara teknis dan komersial. Direktur Pelaksana SLB Indonesia, Nurzhan Ongaltayev, menyatakan pengembangan panas bumi berskala besar memerlukan integrasi teknologi, keahlian teknis, dan disiplin operasional di seluruh fase proyek. Menurutnya, keahlian SLB dalam pemetaan bawah permukaan dan pengalaman eksekusi global akan memperkuat kolaborasi dengan operator berpengalaman, baik di Indonesia maupun pasar internasional.
Baca Juga: Olahraga Raket Melesat, Liga.Tennis Bidik 77 Klub dalam 10 Tahun Saat ini, Star Energy Geothermal mengoperasikan pembangkit listrik panas bumi dengan total kapasitas terpasang sekitar 910 megawatt (MW). Selain panas bumi, Barito Renewables juga mengembangkan energi baru terbarukan lainnya, termasuk pembangkit listrik tenaga bayu Sidrap berkapasitas 75 MW di Sulawesi Selatan.
Kerja sama ini dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pengembangan energi panas bumi dunia, sekaligus mendorong percepatan transisi energi bersih.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News