SLJ Global (SULI) Optimistis Kinerja di Tahun 2022 Lebih Baik, Ini Penyebabnya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten produsen hasil kayu, PT SLJ Global Tbk (SULI) berharap laju bisnisnya di tahun 2022 membaik dibandingkan dengan tahun 2021. Optimisme tersebut didukung oleh harga jual produk SULI yang diperkirakan masih akan tinggi.

Wakil Presiden Direktur sekaligus Corporate Secretary SULI David mengungkapkan, selama awal 2022, pesanan dan juga harga jual produk sedang berada di posisi yang sangat baik. Hal ini diperkirakan turut mendukung pertumbuhan bisnis SULI di sepanjang tahun ini.

Meski begitu, SULI masih terkendala persoalan pengadaan bahan baku, lantaran cuaca buruk yang terjadi di beberapa wilayah. Kondisi tersebut membuat performa SULI dari sisi volume produksi mengalami penurunan dibandingkan tahun 2021.


"Secara harga dan order relatif sangat baik, order cukup banyak dan harga juga cukup tinggi. Cuman persoalannya di kuartal pertama maupun sudah setengah kuartal kedua, persoalan ada di pengadaan bahan bakunya. Kondisi cukup ekstrim di beberapa tempat sehingga mengganggu kelancaran bahan baku," ungkap David, dalam Paparan Publik, Senin (30/5).

Baca Juga: Sempat Merugi, SLJ Global (SULI) Kembali Meraup Laba di Tahun 2021

David belum bisa bicara banyak mengenai realisasi pendapatan maupun laba selama tiga bulan pertama 2022. Dia hanya bilang, dari sisi harga produk relatif masih sesuai dengan target yang dibidik perusahaan.

Untuk mengantisipasi kendala cuaca buruk yang tidak bisa diprediksi kapan akan berakhir, SULI berupaya mencari tambahan supplier untuk memenuhi pengadaan bahan baku mereka. Dengan begitu diharapkan bisa memasok kebutuhan bahan baku selama tahun 2022.

"Kami mencari tambahan supplier karena kondisi cuaca tidak bisa kami modifikasi, beberapa daerah kadang-kadang cuaca hujan sangat parah sehingga kayu tidak bisa keluar. Jadi memang agak susah memprediksi cuaca, yang bisa kami lakukan adalah menambah jumlah supplier," jelas David.

Sepanjang 2021, SULI meraup laba tahun berjalan sebesar US$ 3,43 juta. Di mana, pada tahun sebelumnya perusahaan ini masih menanggung rugi US$ 21,05 juta.

 
SULI Chart by TradingView

Kinerja positif yang diraih SULI tahun lalu, didukung pula oleh peningkatan pendapatan usaha mereka di sepanjang tahun 2021. Per Desember 2021, SULI tercatat membukukan peningkatan pendapatan usaha sebesar 35,92% yoy, menjadi US$ 71,39 juta, dari sebelumnya US$ 52,52 juta pada tahun 2020.

Pendapatan usaha SULI selama 2021, masih didominasi oleh pendapatan ekspor yang mencapai US$ 63,73 juta atau setara volume 80,640 m2. Sedangkan untuk pendapatan dalam negeri, tercatat sebesar US$ 7,66 juta di sepanjang 2021.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari