KONTAN.CO.ID – JAKARTA.
PT Bank SMBC Indonesia Tbk telah merampungkan pengalihan aset pinjaman kepada PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN). Penyelesaian transaksi tersebut dilakukan pada 14 Agustus 2026. Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (14/8/2026), transaksi pengalihan aset pinjaman tersebut dilakukan berdasarkan Conditional Loan Asset Transfer Agreement (CLATA) yang sebelumnya telah disepakati SMBC Indonesia dan BTN. “Seluruh persyaratan pendahuluan terkait CLATA telah terpenuhi,” demikian tertulis.
Baca Juga: Pembiayaan BSI OTO Tembus Rp6,7 Triliun, Tumbuh 12,4% hingga Juni 2026 Dengan terpenuhinya seluruh persyaratan tersebut, SMBC Indonesia dan BTN menyelesaikan transaksi pengalihan aset pinjaman dengan menandatangani akta pengalihan (
deed of assignment/cessie) di hadapan notaris. BTN sebagai pembeli pun telah membayar harga pembelian aset pinjaman kepada SMBC Indonesia. Adapun berdasarkan kesepakatan yang diumumkan sebelumnya, nilai transaksi CLATA mencapai sekitar Rp 7,34 triliun. Portofolio yang dialihkan mencakup aset pinjaman terkait pensiunan ASABRI, dana pensiun lainnya, serta pinjaman karyawan aktif BUMN dan lembaga pemerintahan. Transaksi CLATA merupakan bagian dari aksi pengalihan portofolio kredit SMBC Indonesia kepada BTN yang totalnya kisaran Rp 19,93 triliun. Sebelumnya, kedua bank juga menyepakati Conditional Portfolio Transfer Agreement (CPTA) dengan nilai sekitar Rp 12,58 triliun untuk portofolio pinjaman pensiunan dan pra-pensiunan dengan manfaat pensiun yang dikelola Taspen pada akhir Juni 2026. Penyelesaian transaksi CLATA ini melanjutkan proses pengalihan portofolio kredit SMBC Indonesia kepada BTN yang telah dilakukan secara bertahap.
Bagi BTN, pengalihan portofolio tersebut merupakan bagian dari strategi transformasi menjadi bank beyond mortgage. BTN menilai segmen pensiunan dan
payroll loan memiliki karakteristik pembayaran yang relatif stabil sekaligus berpotensi memperkuat basis dana murah dan transaksi nasabah.
Baca Juga: Prudential Sebut Permintaan terhadap Produk Unitlink Mulai Menunjukkan Kondisi Stabil Sementara bagi SMBC Indonesia, pengalihan portofolio tersebut menjadi bagian dari strategi optimalisasi alokasi modal. Pengalihan portofolio kredit pensiun kepada BTN ini disebut memberikan fleksibilitas bagi perseroan untuk mengalokasikan modal ke segmen bisnis yang dinilai lebih potensial. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News