SMCB investasi di Tuban US$ 200 juta



JAKARTA. PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) menyiapkan investasi besar. Emiten produsen semen ini akan mengucurkan dana US$ 200 juta untuk melanjutkan pembangunan pabrik baru di Tuban, Jawa Timur.

"Total investasi pabrik itu US$ 450 juta, tahun ini kami akan kucurkan sebanyak itu (US$ 200 juta)," kata Eamon Ginley, Presiden Direktur SMCB, Jumat (13/4).

Anggaran investasi itu dipenuhi dari dua sumber. Pertama, SMCB memenuhi US$ 150 juta dari pinjaman eksternal. Pada akhir Januari lalu, SMCB sudah memperoleh pinjaman dalam bentuk kredit ekspor US$ 150 juta. Kredit ini dalam dua denominasi, yaitu € 38 juta dan US$ 100 juta.


Kedua, SMCB akan memakai kas internal demi menutupi investasi tahun ini. Per akhir Desember 2011, SMCB masih memiliki kas dan setara kas senilai Rp 1,13 triliun.

Anggaran investasi tahun ini akan digunakan untuk pengerjaan fondasi dan beberapa infrastruktur pabrik, termasuk saluran air dan pengerukan fasilitas transportasi laut. SMCB juga mulai membangun gedung kantor di wilayah pabrik itu. SMCB fokus menyelesaikan pembangunan pabrik guna mengikuti pertumbuhan pasar semen nasional. SMCB memperkirakan pasar semen nasional tahun ini tumbuh 11% menjadi 50 juta ton.

Di sisi lain, kapasitas produksi terpasang SMCB saat ini baru 8,3 juta ton yang ditopang pabrik Narogong di Jawa Barat, dan Cilacap Jawa Tengah. Utilisasi kapasitas produksi itu juga belum maksimal, yaitu sekitar 7 juta ton saja. Pembangunan pabrik baru di Tuban nantinya bakal menyumbang kapasitas produksi sebanyak 1,7 juta ton. Namun, kontribusi pabrik itu tidak langsung dirasakan SMCB di tahun ini.

Soalnya, pembangunan pabrik Tuban baru selesai pada 2013 nanti. Setelah pembangunan pabrik selesai, kapasitas produksi semen SMCB akan meningkat dari 8,3 juta ton menjadi 10 juta ton per tahun.

Untuk mendukung pengelolaan pabrik itu, SMCB melakukan merger dengan anak usahanya, PT Semen Dwima Agung (SDA). SMCB memandang keberadaan SDA strategis karena anak usaha itu memiliki lahan batu kapur dan tanah liat yang merupakan bahan baku semen di Tuban.

Analis Danareksa Sekuritas, Chandra Pasaribu, dalam riset terbarunya menyatakan rasio utang bersih terhadap modal (net gearing) SMCB hanya 9,7% per Desember 2011. Ini mencerminkan kondisi finansial SMCB cukup sehat untuk menyokong ekspansi.

Dengan rekomendasi buy, Chandra menaikkan target saham SMCB menjadi Rp 2.950 per saham. Harga saham SMCB kemarin menguat 2,04% menjadi Rp 2.500 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Djumyati P.