Smelter Freeport mulai dibangun Juni



JAKARTA. PT Freeport Indonesia (PTFI) mulai menunjukkan keseriusan mereka untuk merealisasikan janji membangun smelter di Gresik, Jawa Timur. Sebagai bentuk keseriusan, perusahaan raksasa produsen emas ini melaporkan telah mengeluarkan duit sekitar US$ 20 juta.

Dana itu mereka cairkan dari dana komitmen pembangunan smelter yang mereka setorkan sebelumnya di rekening penampungan. Sebagai gambaran, kebutuhan investasi proyek smelter ini mencapai US$ 2,3 miliar. Adapun total kewajiban yang mesti dipenuhi PT Freeport adalah menyetor dana sebagai bukti keseriusan US$ 530 juta.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Bambang Gatot Ariyono Kamis (14/4) mengatakan,  kemarin, Freeport melaporkanakan mencairkan dana US$ 20 juta itu.  "Kuitansi-kuitansinya baru saja diserahkan," terangnya.


Hanya, Bambang belum memberikan perincian akan digunakan untuk apa dana tersebut. Apakah untuk mempersiapkan konstruksi smelter atau untuk keperluan lain.

Ia hanya menegaskan Freeport belum mengubah rencana pembangunan smelter di Gresik. Dengan demikian, pembangunan smelter di Gresik tetap berkapasitas dua  juta ton konsentrat. "Target selesai pembangunan harusnya 2017, saat ini progresnya masih 14%," ungkap dia.

Sayangnya Juru Bicara Freeport Indonesia, Riza Pratama belum bisa membeberkan lebih gamblang mengenai pencairan dana US$ 20 juta tersebut. "Saya konfirmasi lagi nanti ya," terangnya kepada KONTAN, Kamis (14/4).

Senada dengan Bambang, Riza menegaskan komitmen dari PT Freeport Indonesia untuk menyelesaikan pembangunan smelter sesuai dengan yang dijadwalkan, yakni di tahun 2017 mendatang.

Agar proyek ini bisa berjalan sesuai dengan jadwal Riza  menyatakan peletakan batu pertama atawa groundbreaking pembangunan smelter di Gresik ditargetkan bisa jalan pada pertengahan tahun ini. "Masih sesuai dengan yang dijadwalkan pertengahan tahun 2016," tandasnya.

Sekadar gambaran, proyek smelter ini sedianya akan bekerjasama dengan PT Newmont Nusa Tenggara. Namun hingga kini tidak ada kejelasan dari komitmen PT Newmont di proyek tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dupla Kartini