KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengusaha yang bergerak di bidang hilirisasi nikel sedang menghadapi tekanan dari tiga sisi sekaligus. Tekanan ini menimpa industri smelter terutama yang menggunakan teknologi High Pressure Acid Leaching (HPAL) yang memproduksi bahan baku untuk prekursor baterai mobil listrik. Ketua Komite Pertambangan Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hendra Sinadia menyoroti tiga faktor yang menekan industri smelter, terutama HPAL. Pertama, kenaikan harga limonit yang melonjak hampir tiga kali lipat akibat perubahan formula Harga Patokan Mineral (HPM). Sekadar mengingatkan, perubahan formula HPM mengacu pada Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Kepmen ESDM) Nomor 144.K/MB.01/MEM.B/2026. Beleid ini mulai berlaku efektif pada 15 April 2026.
Smelter Nikel dan HPAL Tertekan Lonjakan Harga Sulfur, Solar Industri dan HPM Baru
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengusaha yang bergerak di bidang hilirisasi nikel sedang menghadapi tekanan dari tiga sisi sekaligus. Tekanan ini menimpa industri smelter terutama yang menggunakan teknologi High Pressure Acid Leaching (HPAL) yang memproduksi bahan baku untuk prekursor baterai mobil listrik. Ketua Komite Pertambangan Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hendra Sinadia menyoroti tiga faktor yang menekan industri smelter, terutama HPAL. Pertama, kenaikan harga limonit yang melonjak hampir tiga kali lipat akibat perubahan formula Harga Patokan Mineral (HPM). Sekadar mengingatkan, perubahan formula HPM mengacu pada Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Kepmen ESDM) Nomor 144.K/MB.01/MEM.B/2026. Beleid ini mulai berlaku efektif pada 15 April 2026.