JAKARTA. Perkembangan pembangunan fasilitas pemurnian mineral (smelter) Izin Usaha Pertambanan (IUP) dinilai jauh tertinggal dari smelter yang dibangun dengan menggunakan rezim Izin Usaha Industri (IUI). Hal itu terbukti berdasarkan data dari Asosiasi Perusahaan Industri Pengolahan dan Pemurnian Indonesia (AP3I) setidaknya sudah ada 24 smelter baru di bawah rezim IUI yang tercatat sudah mulai beroperasi sejak 2012. Wakil Ketua AP3I Jonathan Handojo mengatakan, smelter-smelter dengan IUI perkembangannya memang cukup baik mulai dari perencanaan hingga penyiapan biaya. Oleh karena itu, dia menyatakan smelter IUI tidak terlalu terpengaruh oleh anjloknya harga komoditas.
Smelter rezim IUP jauh tertinggal dibanding IUI
JAKARTA. Perkembangan pembangunan fasilitas pemurnian mineral (smelter) Izin Usaha Pertambanan (IUP) dinilai jauh tertinggal dari smelter yang dibangun dengan menggunakan rezim Izin Usaha Industri (IUI). Hal itu terbukti berdasarkan data dari Asosiasi Perusahaan Industri Pengolahan dan Pemurnian Indonesia (AP3I) setidaknya sudah ada 24 smelter baru di bawah rezim IUI yang tercatat sudah mulai beroperasi sejak 2012. Wakil Ketua AP3I Jonathan Handojo mengatakan, smelter-smelter dengan IUI perkembangannya memang cukup baik mulai dari perencanaan hingga penyiapan biaya. Oleh karena itu, dia menyatakan smelter IUI tidak terlalu terpengaruh oleh anjloknya harga komoditas.