JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah memberikan rekomendasi ekspor anoda slime atau lumpur sisa pengolahan konsentrat tembaga bagi PT Smelting Gresik dengan kuota 2.149 ton per tahun. Anode slime merupakan bahan baku yang dapat diproses lebih lanjut menjadi dore. Kemudian diproses lebih jauh lagi untuk dijadikan produk akhir berupa logam mulia, emas dan perak.Dengan kegiatan ekspor itu, PT Smelting Gresik bisa kembali melakukan pengolahan konsentrat tembaga. Konsentrat ini menumpuk di stockpile atau gudang penyimpanan sebanyak 60.000 ton konsentrat tembaga.Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono menyatakan, pihaknya sudah mengeluarkan rekomendasi ekspor setahun ini sejak Selasa (7/3). Pemberian kegiatan ekspor itu sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 1/2017 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara. Setiap perusahaan yang melaksanakan kegiatan ekspor wajib melakukan pemurnian dan pengolahan di dalam negeri.
Smelting Gresik kantongi izin ekspor
JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah memberikan rekomendasi ekspor anoda slime atau lumpur sisa pengolahan konsentrat tembaga bagi PT Smelting Gresik dengan kuota 2.149 ton per tahun. Anode slime merupakan bahan baku yang dapat diproses lebih lanjut menjadi dore. Kemudian diproses lebih jauh lagi untuk dijadikan produk akhir berupa logam mulia, emas dan perak.Dengan kegiatan ekspor itu, PT Smelting Gresik bisa kembali melakukan pengolahan konsentrat tembaga. Konsentrat ini menumpuk di stockpile atau gudang penyimpanan sebanyak 60.000 ton konsentrat tembaga.Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono menyatakan, pihaknya sudah mengeluarkan rekomendasi ekspor setahun ini sejak Selasa (7/3). Pemberian kegiatan ekspor itu sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 1/2017 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara. Setiap perusahaan yang melaksanakan kegiatan ekspor wajib melakukan pemurnian dan pengolahan di dalam negeri.