KONTAN.CO.ID - SURAKARTA. PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF menyatakan dukungannya untuk mendukung program Presiden Prabowo Subianto yakni Gentengisasi. Namun, Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo menyatakan pihaknya masih menunggu penjelasan lebih lanjut dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) terkait program Gentengisasi tersebut. Menurut Ananta, hingga saat ini SMF belum mendapatkan rincian teknis mengenai cakupan maupun skema pelaksanaan program tersebut.
Karena itu, perseroan akan terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan kementerian teknis yang menaungi SMF, yakni PKP.
Baca Juga: SMF Beberkan Sejumlah Tantangan yang Bisa Pengaruhi Kinerja Pembiayaan "Gentengisasi itu baru diluncurkan, ya. Kita itu, kementerian terkait kami dalam hal ini adalah PKP. SMF akan koordinasi dulu sama PKP. Maksudnya Gentengisasi itu apa? Apa semuanya digentengin? Saya juga belum (dapat informasi) jelas," kata Ananta dalam Media Briefing di Surakarta, Kamis (12/2/2026). Ia menegaskan, sebagai lembaga pembiayaan sekunder perumahan, SMF akan mengikuti arahan dan kebijakan dari kementerian teknis sebelum mengambil langkah lebih lanjut dalam mendukung implementasi program tersebut. "Saya akan minta klarifikasi dulu dari PKP, koordinasi dengan PKP," tegasnya. Kendati demikian, Ananta memastikan SMF pada prinsipnya mendukung setiap program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas hunian masyarakat. Namun, ia menekankan pentingnya kejelasan desain kebijakan agar implementasi dapat berjalan efektif dan sesuai mandat kelembagaan. "Tapi pada dasarnya kita supportlah untuk itu (Gentengisasi). Tapi pada waktu implementasinya saya akan koordinasi dengan PKP," pungkasnya. Untuk diketahui, Gentengisasi merupakan salah satu program Prabowo untuk mengganti atap rumah tradisional dengan genteng modern. Dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026, Senin (2/2) lalu, Prabowo menegaskan keinginannya agar seluruh atap bangunan di Indonesia kembali menggunakan genteng. Menurutnya, penggunaan genteng tidak hanya soal keindahan, tapi juga kenyamanan karena bahan alam lebih sejuk dibandingkan material logam.
Baca Juga: SMF Pastikan Akses Pendanaan Tetap Terjaga Usai Outlook Moody’s Negatif "Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Jadi nanti ini gerakannya adalah gerakan, proyek gentengisasi ke Indonesia. Alat-alat pabrik genteng itu tidak mahal, jadi nanti koperasi merah putih akan kita lengkapi dengan pabrik genteng," tegasnya. Terkait teknis produksi, Prabowo menyebut bahan baku genteng tetap mengandalkan tanah yang dicampur dengan limbah industri agar lebih kuat dan ringan. Ia mengutip hasil riset para ahli yang menyebut limbah batu bara atau fly ash bisa menjadi campuran bahan genteng yang berkualitas baik. Menurutnya, atap seng yang berkarat adalah simbol kemunduran. Ia menargetkan dalam waktu dua hingga tiga tahun ke depan, pemandangan karat di atap-atap rumah penduduk harus mulai hilang guna menarik minat wisatawan dan meningkatkan kebahagiaan rakyat.
“Turis dari luar, untuk apa dia datang melihat seng berkarat? Karat itu lambang degenerasi. Saya berharap dalam 2-3 tahun Indonesia tidak akan kelihatan karat. Karat adalah lambang degenerasi, bukan lambang kebangkitan,” imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News