SMF Pastikan Akses Pendanaan Tetap Terjaga Usai Outlook Moody’s Negatif



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) memastikan perubahan outlook sejumlah lembaga pembiayaan oleh Moody’s Ratings menjadi negatif tidak mengubah strategi perusahaan dalam menjaga akses pendanaan dan biaya dana tetap kompetitif.

Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo mengatakan, di tengah tantangan perekonomian dalam beberapa waktu terakhir, perusahaan menilai faktor timing menjadi krusial dalam menjaga akses pendanaan. 

"Timing di sini akan menentukan kapan SMF harus masuk ke pasar utang, dengan tawaran imbal hasil tertentu, dan jumlah dana yang ingin dikumpulkan," kata Ananta kepada Kontan, Selasa (10/2/2026).


Selain itu, SMF juga menyiapkan berbagai produk pembiayaan perumahan yang dapat dikerjasamakan dengan berbagai lembaga keuangan, baik bank maupun non-bank. 

Baca Juga: Usai Terima PMN Tunai dari Pemerintah Rp 6,68 Triliun, SMF Genjot KPR FLPP

Dengan produk pembiayaan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, diharapkan dana yang dihimpun tetap kompetitif karena berjalan seiring dengan penyaluran pembiayaan perumahan.

Ananta menambahkan, seluruh pembiayaan SMF disalurkan dalam mata uang rupiah sehingga diharapkan lebih resilien terhadap kondisi global saat ini. 

Di sisi lain, surat utang SMF juga memiliki status sebagai high quality liquid asset (HQLA) karena dapat direpokan ke Bank Indonesia, yang diharapkan dapat meningkatkan daya saing pendanaan perusahaan.

Baca Juga: Surat Utang SMF Jadi Underlying REPO BI Dinilai Beri Opsi Likuiditas bagi Perbankan

Terkait rencana pendanaan ke depan, SMF menyebut penerbitan obligasi sepanjang 2026 akan dilakukan secara terukur sesuai kebutuhan pendanaan dan mempertimbangkan kondisi pasar agar biaya dana tetap optimal.

"Di saat yang sama, perseroan juga menjaga fleksibilitas sumber pendanaan dengan menyiapkan alternatif pendanaan di luar penerbitan surat utang, antara lain melalui fasilitas kredit perbankan," tuturnya.

Langkah ini dilakukan agar strategi pendanaan dapat dijalankan secara efisien dan berkelanjutan. Saat ini, SMF juga tengah menerbitkan obligasi PUB VIII dan Sukuk Musyarakah PUB II sebagai bagian dari strategi pendanaan perseroan.

Baca Juga: Kinerja SMF 2025: Aset Tumbuh, Laba Bersih Capai Rp 432 Miliar

Selanjutnya: Hujan Lebat di Sini, Berikut Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (11/2) di Jabodetabek

Menarik Dibaca: Hujan Lebat di Sini, Berikut Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (11/2) di Jabodetabek

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: