SMF Salurkan Pembiayaan Mencapai Rp 14,09 Triliun di Sepanjang Semester I-2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) yang berperan sebagai liquidity provider dalam ekosistem pembiayaan perumahan nasional telah menyalurkan pembiayaan mencapai Rp 14,09 triliun sepanjang semester I-2026.

Secara total, Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo menjelaskan SMF telah membukukan akumulasi penyaluran pembiayaan sebesar Rp 141,61 triliun sampai semester I-2026.

"Dukungan tersebut disalurkan kepada lembaga keuangan penyalur pembiayaan perumahan guna memperkuat kapasitas penyaluran kredit pemilikan rumah kepada masyarakat," ujarnya dalam konferensi pers di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (22/7/2026).


Baca Juga: Transaksi Pembayaran Digital Melesat 36,88% pada Kuartal II-2026, QRIS Tumbuh 100%

Ananta mengatakan capaian tersebut mencerminkan makin kuatnya peran SMF dalam menjembatani kebutuhan pendanaan jangka panjang sektor perumahan. Dia bilang SMF akan terus berupaya memastikan tersedianya likuiditas jangka panjang bagi lembaga keuangan penyalur pembiayaan perumahan. 

"Peran itu menjadi makin penting, karena pembiayaan perumahan memiliki karakteristik jangka panjang, sedangkan sumber pendanaan lembaga keuangan pada umumnya berjangka lebih pendek,” ucap Ananta.

Selain melalui penyaluran pembiayaan, Ananta menyampaikan SMF menjalankan fungsi sebagai liquidity provider melalui sekuritisasi aset kredit perumahan. Hingga Juni 2026, dia bilang perusahaan telah memfasilitasi 17 transaksi sekuritisasi, dengan nilai akumulasi mencapai Rp 14,21 triliun. 

Ananta mengatakan sekuritisasi memungkinkan lembaga keuangan melakukan recycle atas aset kredit perumahan menjadi sumber likuiditas baru, sehingga kapasitas penyaluran pembiayaan dapat terus ditingkatkan.

Dalam menjalankan fungsi sebagai alat fiskal pemerintah, SMF juga berperan menyediakan dana pendamping sebesar 25% dalam program Kredit Pemilikan Rumah Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP). Ananta menerangkan pendanaan tersebut berasal dari skema blended finance antara Penyertaan Modal Negara (PMN) dan dana hasil penerbitan surat utang SMF.

Hingga Juni 2026, dia menyebut akumulasi PMN yang diterima SMF untuk mendukung program KPR FLPP mencapai Rp 17,91 triliun. 

Baca Juga: SMF Catatkan Kenaikan Laba 33,9% Jadi Rp 391 Miliar di Semester I-2026

"Dana tersebut berhasil dioptimalkan melalui pendanaan dari SMF, sehingga menghasilkan total penyaluran sebesar Rp 36,77 triliun untuk mendukung pembiayaan 962.650 unit rumah. Adapun seluruh PMN yang diterima SMF telah disalurkan sampai Juni 2026," tuturnya.

Ananta menambahkan, optimalisasi tersebut menunjukkan kemampuan SMF dalam meningkatkan kapasitas pembiayaan perumahan, sekaligus membantu mengurangi kebutuhan dukungan langsung dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Setiap dana pemerintah yang dipercayakan kepada SMF harus mampu memberikan manfaat yang lebih besar. Melalui skema pendanaan yang terukur dan berkelanjutan, SMF tidak hanya menyalurkan dana, tetapi juga menciptakan kapasitas pembiayaan baru yang dapat menjangkau lebih banyak masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, berdasarkan kajian SMF bersama konsultan, setiap investasi sebesar Rp 1 triliun pada sektor perumahan diperkirakan dapat meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) sekitar Rp 1,83 triliun dan menciptakan efek berganda terhadap sedikitnya 185 sektor ekonomi lainnya. Investasi tersebut juga berpotensi berkontribusi terhadap pengurangan kemiskinan dan peningkatan aktivitas ekonomi pada sektor kesehatan, serta pendidikan. 

Terkait kinerja perusahaan, SMF membukukan pendapatan sebesar Rp 1,70 triliun pada Semester I-2026, atau nilainya tumbuh 6,25% secara Year on Year (YoY). Adapun laba bersih SMF tercatat sebesar Rp 391 miliar pada Semester I-2026, atau tumbuh 33,90% YoY.

Kualitas aset SMF juga tetap terjaga, tercermin dari rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) net sebesar 0,00%. Total aset SMF tercatat mencapai Rp 68,29 triliun pada Semester I-2026, atau tumbuh 21,79% secara YoY.

Baca Juga: Garap Sekuritisasi Aset, Bank BSN Perkuat Kerja Sama dengan SMF

Liabilitas SMF tercatat sebesar Rp 40,35 triliun pada Semester I-2026, atau tumbuh 14,23% YoY. Ekuitas SMF mencapai Rp 27,95 triliun pada Semester I-2026, atau tumbuh 34,65% YoY. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News