SMF Telah Salurkan Pembiayaan Homestay Sebesar Rp 8,81 Miliar



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) mempunyai sejumlah program TJSL (tanggung jawab sosial lingkungan). Salah satunya, inisiatif strategis produk KPR Rumah Usaha dalam bentuk program pembiayaan homestay sejak tahun 2018 dan dalam masa inkubasi hingga sekarang

SMF telah menyalurkan pembiayaan kepada 105 pemilik homestay (debitur) di 13 lokasi di Indonesia, dengan realisasi pembiayaan senilai Rp 8,81 miliar sejak 2019 hingga 18 April 2022. Jumlah ini meningkat dibandingkan akhir tahun 2021 yang mencapai Rp 7,74 miliar kepada 96 pemilik homestay.

Asal tahu saja, SMF memiliki total dana yang disediakan sebesar Rp 20,67 miliar dan telah terealisasi sebesar Rp 8,81 miliar. Sementara saldo yang ada masih tersisa cukup signifikan yaitu Rp 11,8 miliar.


Baca Juga: SMF Telah Salurkan Dana untuk Perbaikan Rumah Kumuh Rp 22,5 Miliar

Hal tersebut berkaitan erat dengan realisasinya pada 2019 yang mencapai Rp 2,2 miliar. Akan tetapi, pada 2020 mengalami penurunan karena adanya pandemi COVID-19 di Indonesia.

Kendati demikian, Direktur Keuangan dan Operasional SMF Trisnadi Yulrisman mengatakan, di tahun 2021 dengan ekstra effort, SMF melakukan penyaluran seefektif mungkin dengan realisasi sebesar Rp 3,3 miliar dan 2022 sampai dengan April 18 mencapai 1,88 miliar.

"Jadi, total keseluruhan program pembiayaan homestay telah mencapai 42,66% dengan jumlah debitur mencapai 105 debitur," ujar Trisnadi dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (20/4)

Ia menjelaskan, latar belakang adanya program pembiayaan homestay adalah, karena sulitnya mendapatkan pendanaan untuk pembiayaan homestay di desa wisata.

Baca Juga: Ini Penyebab Laba SMF Turun 2,1% di Tahun 2021

Selain itu, kehadiran SMF dalam pembiayaan homestay merupakan upaya pemerintah mendorong pertumbuhan usaha sesuai dengan rencana pengembangan bisnis, membantu kelancaran arus kas usaha sesuai dengan perkembangan arus kas bisnis, membantu terhindar dari jeratan pinjaman dengan bunga tidak wajar dan mewujudkan kemandirian usaha.

"Arahan dari Menteri Keuangan atau pemegang saham agar SMF berkontribusi dalam kegiatan pariwisata. SMF dan Kementerian Pariwisata menginisiasi model pembiayaan homestay," kata Trisnadi. 

Saat ini SMF tengah mengembangkan penyaluran pembiayaan homestay melalui mitra, seperti pihak Pemda setempat dan juga BPR.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .