SMLE Siapkan Ekspansi Pabrik Sinar Aroma, Produksi Denico Mulai Semester II-2027



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) menyiapkan pengembangan kapasitas produksi anak usahanya, PT Sinar Aroma Sentosa (SAS), seiring rencana masuknya perusahaan teknologi pangan asal Denmark, Denico Food Ingredients, sebagai pemegang 50% saham SAS.

Direktur Utama Sinergi Multi Lestarindo Siu Min mengatakan, pengembangan fasilitas produksi diperlukan untuk mengakomodasi rencana pengalihan sebagian produksi Denico dari Belanda ke Indonesia. Namun, besaran investasi dan kapasitas pabrik yang akan dikembangkan masih menunggu hasil uji tuntas atau due diligence.

“Pihak Denico sempat berbicara bahwa pabrik kami kurang besar sehingga sepertinya harus diperbesar. Skala pabrik dan kapasitasnya nanti akan ditentukan setelah proses due diligence selesai,” ujar Siu Min dalam paparan publik, Selasa (13/10/2026).


Baca Juga: SMLE Bidik Pasar Asia dan Timur Tengah Lewat Akuisisi Denico

SMLE menargetkan proses uji tuntas rampung pada akhir 2026. Sementara itu, transaksi pengambilalihan 50% saham SAS oleh Denico ditargetkan selesai pada Januari–Februari 2027, dengan tetap menunggu persetujuan pemegang saham dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Siu Min berharap produksi untuk Denico dapat dimulai pada semester II-2027. Perseroan masih akan memetakan jenis produk yang akan diproduksi di Indonesia, termasuk kebutuhan fasilitas dan pemenuhan standar kualitas yang ditetapkan Denico.

Menurut Siu Min, selama ini SMLE memiliki kemampuan meracik produk yang diproduksi Denico menjadi aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan di Indonesia. Namun, kemampuan manufaktur untuk memproduksi produk-produk tersebut masih perlu dikembangkan.

Melalui kerja sama ini, Denico akan berkontribusi dalam transfer pengetahuan dan teknologi, mulai dari penataan fasilitas pabrik, pemilihan mesin, bahan baku, hingga formulasi produk.

“Kontribusi untuk knowledge transfer itu 100% dari pihak Denico. Begitu juga untuk manufacturing, tata letak pabrik, mesin, bahan baku, dan formulasi akan dipegang oleh Denico,” jelasnya.

Siu Min menambahkan, pengembangan fasilitas produksi juga perlu diikuti pemenuhan sertifikasi dan standar kualitas internasional. Perseroan berharap proses pemenuhan standar tersebut dapat berjalan pada 2027 agar produksi di Indonesia bisa memenuhi persyaratan kualitas Denico.

Adapun kerja sama ini diarahkan untuk memperluas bisnis Sinar Aroma, tidak hanya di pasar domestik, tetapi juga ke Asia Tenggara, Asia, dan Timur Tengah. SMLE memperkirakan nilai pasar produk yang dibidik Denico dan Sinar Aroma di Indonesia mencapai sekitar US$ 76 juta berdasarkan data yang dihimpun SMLE.

Meski demikian, SMLE belum mengungkapkan nilai investasi pengembangan pabrik maupun proyeksi kontribusi pendapatan dari kerja sama tersebut. Besaran kapasitas produksi dan peluang pengalihan produk dari Denico akan ditentukan setelah uji tuntas serta pemetaan bisnis selesai.

Baca Juga: Menperin: BUMN Tekstil Bakal Akuisisi Sritex

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News