SNLIK 2026: Kesenjangan Literasi dan Inklusi Keuangan Desa dan Kota Masih Terlihat



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 menunjukkan masih adanya kesenjangan indeks literasi dan inklusi keuangan antarwilayah.

Kendati demikian, wilayah perdesaan dan perkotaan sama-sama menunjukkan kenaikan hasil SNLIK 2026 baik dari segi literasi maupun inklusi keuangannya.

"Berdasarkan klasifikasi wilayah, Indeks Literasi Keuangan di perkotaan maupun perbesaran mengalami peningkatan dibandingkan Tahun 2025," ujar Ketua BPS Indonesia, Amalia Adininggar Widyasanti dalam Konferensi Pers Hasil SNLIK 2026, Senin (10/8/2026).


Untuk wilayah perdesaan, SNLIK 2026 menunjukkan kenaikan indeks literasi keuangan mencapai 64,42% pada 2026 dibandingkan posisi sebelumnya 59,87% pada 2025.

Baca Juga: SNLIK 2026: Indeks Keuangan Indonesia Naik Jadi 69,57%

Sementara itu untuk indeks inklusi keuangan di perdesaan pada 2026 adalah sebesar 90,39%, naik dari level di tahun 2025 yakni 90,03%.

Kemudian untuk wilayah perkotaan, SNLIK 2026 menunjukkan indeks literasi keuangan 2026 adalah sebesar 72,54% dibandingkan posisi sebelumnya 71% pada 2025.

Begitu pun indeks inklusi keuangan di perkotaan yang juga menunjukkan pertumbuhan dari yang sebelumnya 94,48% pada 2025 menjadi 95,47% pada 2026.

Di samping itu, jika melihat dari kategori pekerjaan kelompok pegawai atau profesional menempati posisi tertinggi dengan indeks literasi keuangannya adalah sebesar 85,12% dan indeks inklusi keuangannya adalah 98,89%.

Adapun kelompok tidak atau belum bekerja menempati posisi terendah dengan indeks literasi keuangan berada di level 53,89%, sedangkan indeks inklusi keuangannya adalah 89,59%.

Baca Juga: OJK: Inklusi Keuangan Tembus 93,61%, Literasi Masih Tertinggal

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: