Soal Dampak Kenaikan Ongkos Logistik, Begini Tanggapan Trisula International (TRIS)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Konflik di Laut Merah membuat tarif logistik pengiriman kapal meningkat.

Perusahaan publik yang beroperasi di sektor tekstil dan garmen, PT Trisula International Tbk (TRIS) mengaku kenaikan tarif logistik tersebut tidak terlalu berdampak bagi kinerja TRIS secara keseluruhan. Namun, perseroan akan terus memantau situasi ini dengan cermat melalui komitmen dengan pengoptimalan rantai pasok.

Direktur Utama Trisula International, Widjaya Djohan mengatakan biaya logistik cenderung  ditanggung oleh konsumen sehingga berdampak minim bagi kinerja perseroan.


Baca Juga: Trisula International (TRIS) Siap Menggenjot Penjualan Pasar Ekspor

"Untuk mengimbangi risiko tersebut, TRIS dapat memperluas pasar ekspornya ke negara-negara lain yang tidak terkonsentrasi pada kawasan Laut Merah. Di mana saat ini perseroan juga banyak melakukan ekspor ke negara-negara tidak terdampak, seperti ke Australia, New Zealand, hingga Jepang," kata Widjaya kepada Kontan, Rabu (7/2).

TRIS juga akan melakukan efisiensi biaya produksi dan biaya lainnya guna mengurangi potensi dampak kenaikan pada biaya logistik. 

Di sisi lain, dengan dukungan ekosistem perseroan yang memiliki jaringan distribusinya sendiri dan kerja sama yang erat dengan berbagai pihak ini memungkinkan perseroan memperkuat fondasi distribusinya di pasar global dengan operasional yang lebih efisien dan optimal.

Widjaya menyampaikan, tak hanya mengembangkan pasar ekspor, TRIS juga fokus untuk terus memperkuat penjualan retailnya, melalui brand JOBB dan Jack Nicklaus. 

"Bahkan Perseroan memiliki outlet yang dikelola sendiri melalui anak usahanya, yaitu PT Mido Indonesia (anak usaha dari BELL) yang memberikan marjin keuntungan paling besar bagi Perseroan," ujarnya.

Melihat prospeknya yang masih sangat besar, hingga periode sembilan bulan pertama 2023, perseroan bahkan telah melakukan penambahan sebanyak 15 outlet retailnya, di mana angka ini 2 kali lebih besar dibandingkan peningkatan pada periode yang sama tahun 2022.

 
TRIS Chart by TradingView

Kenaikan Tarif Logistik

Diberitakan sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia Mahendra Rianto menyatakan, dampak dari konflik Laut Merah membuat sejumlah shipping line atau perusahaan pelayaran mengubah rutenya menjadi lebih jauh demi menghindari serangan di daerah konflik. 

Perubahan rute ini yang menyebabkan ongkos kirim logistik atau freight cost naik 40%-50%, baik untuk barang ekspor maupun impor. "Bahkan kalau dalam keadaan sibuk, ongkos kirimnya bisa naik hingga 100%," kata Mahendra kepada Kontan, Jumat (26/1).

Ketua Umum DPP Indonesian National Shipowners’ Association (INSA), Carmelita Hartoto melihat konflik laut merah ini semakin meningkatkan ketidakpastian di tahun 2024. 

"Ongkos kirim kapal global dari Asia ke Eropa ikut terdorong naik sekitar 53% sampai 63%," kata Carmelita kepada Kontan, Jumat (26/1).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .