Soal kebutuhan oksigen, Kemenko Marves sebut sudah berkoordinasi dengan pemda



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Kordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi menargetkan impor oksigen untuk kebutuhan medis bisa dilakukan pada pekan ini.

Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Jodi Mahardi mengungkapkan upaya pemenuhan oksigen dari dalam negeri diperkirakan tidak bisa mencukupi kebutuhan oksigen medis yang meningkat. 

"Terkait impor tersebut, Menteri Perindustrian telah berkoordinasi dengan perusahaan-perusahaan untuk segera melakukan importasi sehingga dalam 2 sampai 3 hari ke depan Insya Allah bisa terpenuhi kebutuhan oksigen," kata Jodi kepada Kontan.co.id, Senin (5/7).


Baca Juga: Di depan Menkes, IDI sebut kondisi perang dengan Covid-19, penanganan seperti normal

Jodi menjelaskan, untuk wilayah Jawa dan Bali saja kebutuhan oksigen mencapai 2.262 ton per hari. Pemerintah dipastikan telah melakukan koordinasi dengan seluruh daerah untuk memastikan kebutuhan oksigen setiap daerahnya.

Sebagai langkah antisipasi, diakui pemerintah telah melakukan kordinasi dengan produsen oksigen baik skala kecil maupun besar untuk memenuhi kebutuhan oksigen yang ada.

"Arahan Menko Marves agar produksi oksigen dalam negeri 100% dialokasikan untuk medis terlebih dahulu. Namun memang kapasitas produksi dalam negeri masih kurang, untuk itu dibuka opsi untuk impor oksigen dari beberapa negara sekitar," sambung Jodi.

Selain rencana mengimpor oksigen, Jodi memastikan saat ini tengah dilakukan pembahasan untuk penggunaan oksigen generator bagi pasien covid-19 yang bergejala ringan.

Baca Juga: Hadapi kelangkaan stok, Menkes Budi bentuk Satgas Oksigen di 34 provinsi

Sementara itu, demi memastikan distribusi oksigen berjalan lancar, maka pemerintah pusat siap melakukan kerjasama dengan pemerintah daerah, TNI dan Polri.

"Yang pasti Pemerintah akan terus memastikan pasokan oksigen ke seluruh daerah khususnya di masa PPKM yang diprediksi kasus konfirmasi Covid-19 masih terus tinggi hingga beberapa waktu ke depan," pungkas Jodi.

Selanjutnya: Kebutuhan oksigen medis meningkat hingga 2.000 ton, wacana impor menguat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi