Soal Kelangkaan Elpiji 3 Kg di Tuban, Bahlil Bilang Begini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan masalah kelangkaan elpiji di wilayah Kabupaten Tuban sudah teratasi.

Menurutnya, pemerintah langsung melakukan operasi pasar untuk memastikan ketersediaan gas melon di wilayah tersebut.

"Emang saya cek di Kabupaten Tuban, tapi itu sudah clear, kita lakukan operasi pasar," kata Bahlil di Istana Kepresidenan, Selasa (7/4/2026).


Sebelumnya, viral di media sosial yang menunjukkan antrean mengular dari masyarakat yang ingin membeli tabung gas melon di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Senin (6/4/2026).

Bupati Kabupaten Tuban, Aditya Halindra Faridsky, mengaku telah menggelar Rapat Koordinasi Distribusi LPG guna memastikan pasokan tetap aman dan terkendali.

Baca Juga: Harga Material Bangunan Berpotensi Melonjak, Pengembang Properti Wait and See

"Insyaallah kita dalam distribusi khususnya LPG 3 kilo ini akan berkomitmen semuanya clear, aman, terkendali,” ujarnya.

Selain itu, Pemkab Tuban memastikan ketersediaan pasokan tetap terjaga melalui dukungan Pertamina yang telah menambah distribusi sekitar 102 ribu tabung di wilayah Kabupaten Tuban serta menerapkan penyaluran yang lebih fleksibel menyesuaikan kebutuhan masyarakat.

Selanjutnya, Pemkab Tuban menegaskan bahwa pembelian LPG 3 kilogram dilakukan melalui pangkalan resmi guna memastikan distribusi lebih terkontrol serta harga tetap sesuai dengan ketentuan Harga Eceran Tertinggi.

Adapun di Kabupaten Tuban terdapat 32 agen dengan sekitar 1.386 pangkalan yang tersebar di berbagai wilayah, sehingga akses masyarakat terhadap LPG 3 kilogram dapat terpenuhi.

Baca Juga: Harga Ayam Hidup Anjlok Usai Lebaran, Peternak Rugi Rp2.000/Kg

Di sisi lain, Pemkab Tuban juga menekankan transparansi harga dengan mewajibkan setiap pangkalan mencantumkan Harga Eceran Tertinggi secara jelas sebagai bentuk perlindungan kepada masyarakat.

"Pengawasan distribusi diperkuat melalui sistem pelaporan secara real time mulai dari agen hingga pangkalan. Koordinasi antara pemerintah daerah, Pertamina, dan Hiswana Migas juga terus ditingkatkan untuk memastikan ketersediaan stok di lapangan tetap terpantau," lanjutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News