Soal Kelanjutan Insentif untuk Mobil dan Motor Listrik, Ini Jawaban Menperin



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan pemerintah membuka peluang pemberian insentif untuk kendaraan listrik, baik mobil maupun motor, sebagai bagian dari upaya mendorong transisi energi sekaligus menjaga daya saing industri nasional.

Agus mengatakan, pemerintah saat ini tengah membahas berbagai bentuk insentif yang dapat diberikan sebagai stimulus. Menurutnya, kebijakan insentif kendaraan listrik kini semakin relevan, tidak hanya untuk menekan emisi, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak (BBM) dan beban subsidi energi.

"Sebagai stimulus kalau memang pemerintah memberikan insentif untuk motor atau mobil listrik ini semakin relevan ya," ujar Agus ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Selasa (5/5/2026).


Baca Juga: Ford Tambah Dealer Baru di MT Haryono, Kini Jumlah Dealer Tembus 34

Agus menjelaskan, terdapat tiga tujuan utama dari pemberian insentif tersebut. Pertama, mendorong penggunaan kendaraan listrik untuk menekan emisi. Kedua, mengurangi konsumsi BBM sehingga berpotensi menekan subsidi energi. Ketiga, memperkuat industri dalam negeri agar mampu menyerap tenaga kerja.

Namun, terkait besaran insentif, Agus belum memberikan rincian. Ia menyebut, pembahasan lebih lanjut masih berada dalam ranah kementerian yang mengelola kebijakan fiskal.

Di sisi lain, Agus mengungkapkan adanya pergeseran pasar otomotif ke arah kendaraan listrik. Mengacu pada data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), tren tersebut dipicu oleh dinamika global, termasuk ketegangan di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada pasar energi.

“Kalau data yang saya terima dari teman-teman Gaikindo mengatakan bahwa sejak sejak perang Iran dan penutupan Selat Hormuz ini terjadi orientasi market switch, switch ke yang lebih berbasis elektrik. Jadi memang menghindari menghindari penggunaan BBM,” jelasnya.

Baca Juga: Kadin: Penutupan Krakatau Osaka Steel Alarm Tekanan Industri Baja

Sementara itu, terkait insentif untuk segmen low cost green car (LCGC), Agus menyebut kebijakan tersebut masih berjalan. Namun, ia tidak merinci apakah akan ada tambahan stimulus baru untuk segmen tersebut.

Adapun pembahasan terkait insentif kendaraan listrik disebut menjadi salah satu agenda dalam komunikasi antara Kementerian Perindustrian dan Kementerian Keuangan. Namun, skema dan waktu implementasinya masih menunggu keputusan pemerintah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News