Soal Stok Beras di Pasar Induk Cipinang, Begini Menurut Pedagang



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketua Koperasi Pasar Induk Beras Cipinang (KKIPBC) Zulkifli Rasyid membantah pernyataan Menteri Pertanian (Mentan) yang mengatakan stok beras nasional aman hingga jelang Lebaran. 

Ia mengatakan bahwa stok beras di pasar induk Cipinang masih kritis hingga membuat harga beras melambung tinggi di level Rp 11.700 per kg, jauh di atas harga eceran tertinggi beras medium yaitu Rp 9.450 per kg. 

"Kalau enggak langka enggak mungkin segitu harganya. Itu kan logika ekonomi, logika pasar," kata Zulkifli dalam keterangan yang diterima Kontan.co.id, Rabu (8/2). 


Baca Juga: Beras Bulog Mulai Banjiri Ritel Modern, Dirut Bulog Jamin Harga Sesuai HET

Zulkifli pun mengecam kunjungan Mentan ke Pasar Induk Cipinang pada hari Selasa (7/2) kemarin yang dianggap settingan. Kata dia, kunjungan Mentan telah dipersiapkan oleh seorang pengusaha untuk menunjukkan bahwa stok beras aman. Padahal, fakta di lapangan beras nasional sedang seret jauh dari normal. 

"Saya harap menteri jangan membuat pencitraan di saat beras kurang," ungkapnya. 

Zulkifli juga membantah bahwa tahun ini produksi beras akan meningkat. Menurutnya stok beras nasional tahun ini justru berkurang karena ada gagal panen yang disebabkan banjir tahun lalu. Kemudian juga adanya kelangkaan pupuk. 

Baca Juga: Petani Prediksi Produksi Beras Tahun Ini Turun

Adapun sebelumnya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) memastikan kondisi beras secara nasional bisa memenuhi kebutuhan masyarakat hingga lebaran mendatang. Kepastian ini kata dia dihitung secara detail baik menggunakan Kerangka Sample Area (KSA) Badan Pusat Statistik (BPS), standing crop, laporan daerah dan peninjauan langsung di lapangan. 

Semua menunjukkan oke. Artinya beras kita aman sampai lebaran mendatang. Saat ini panen raya terus berlangsung di sejumlah sentra," ujar Mentan SYL di Pasar Induk Cipinang, Selasa (7/2) . 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .