Soal Subsidi Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Sri Mulyani: Belum Dibahas



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku masih belum ada pembahasan terkait usulan subsidi tiket Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB).

Sri Mulyani mengatakan, pembaahsan di lintas kementerian/lembaga saat ini masih belum sampai pada persoalan tarif KCJB. Fokus pemerintah saat ini adalah penyelesaian proyek tersebut.

"Kita masih konsentrasi untuk penyelesaian. Jadi masalah-masalah seperti pentarifan belum pernah dibahas," katanya saat ditemui di Kantor Direktorat Jenderal Pajak, Rabu Petang (16/8).


Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pemerintah akan memberikan subsidi (Public Servise Obligation/PSO) untuk KCJB.

Baca Juga: Mengapa Jokowi Beri Subsidi Tiket Kereta Cepat Jakarta-Bandung?

Jokowi mengungkapkan, subsidi tiket Kereta Cepat Jakarta Bandung sangat diperlukan agar masyarakat terdorong menggunakan moda transportasi tersebut.

Tujuannya, tentu agar kemacetan bisa berkurang signifikan di jalur penghubung kedua kota besar di Indonesia itu. Akses jalan arteri maupun jalan tol Jakarta-Bandung memang kerap mengalami kemacetan parah.

“Bahwa harus ada subsidi ya itu kewajiban pemerintah, kewajiban negara. karena ini bentuk pelayanan terhadap masyarakat,” ujar Jokowi (18/8).

Setelah disubsidi pemerintah, harga tiket Kereta Cepat Jakarta Bandung rencananya bakal dipatok di harga kisaran Rp 250.000 untuk rute dari Stasiun Halim di Jakarta Timur hingga ke Padalarang maupun Gedebage.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Khomarul Hidayat