SoftBank Gandeng 21 Kreditur Baru Danai Investasi Jumbo di OpenAI



KONTAN.CO.ID - TOKYO. SoftBank Group Corp. berhasil menarik lebih banyak lembaga keuangan untuk membiayai investasinya di OpenAI. Sebanyak 21 kreditur baru bergabung dalam tahap sindikasi pinjaman jembatan (bridge loan) senilai US$ 40 miliar, memperkuat dukungan pendanaan terhadap salah satu investasi terbesar perusahaan teknologi Jepang tersebut.

Mengutip Bloomberg (27/7), tambahan 21 kreditur itu memperoleh alokasi pembiayaan sekitar US$ 7 miliar. Di antara mereka, First Abu Dhabi Bank PJSC, GIC Pte, dan Standard Chartered Bank masing-masing mengambil porsi hampir US$ 1 miliar, sementara sisanya berasal dari sejumlah bank di Eropa, Jepang, dan Taiwan.

Dengan tambahan tersebut, sebagian pinjaman kini tersebar ke lebih banyak lembaga keuangan. Sementara itu, sekitar US$ 33 miliar sisanya masih dipegang oleh para penjamin emisi (underwriter) dan pemberi pinjaman utama. Porsi tersebut masih berpotensi kembali disindikasikan kepada kreditur lain, sebagaimana lazim dilakukan dalam pembiayaan berskala besar.


Pinjaman berjangka 12 bulan yang diteken pada Maret 2026 itu menjadi salah satu pembiayaan jembatan terbesar yang pernah dilakukan di kawasan Asia-Pasifik. Transaksi tersebut diperkirakan menghasilkan lebih dari US$ 100 juta dalam bentuk biaya (fee) bagi para penjamin emisi.

Baca Juga: AstraZeneca Lampaui Ekspektasi Laba Kuartal II, Tetap Optimistis Tatap 2026

Minat investor terhadap fasilitas pinjaman ini tetap tinggi meski sebagian pelaku perbankan sempat mengkhawatirkan besarnya eksposur SoftBank terhadap OpenAI. Kekhawatiran itu muncul di tengah persaingan yang semakin ketat di industri kecerdasan buatan (AI), termasuk dari perusahaan pesaing seperti Anthropic.

SoftBank, First Abu Dhabi Bank, Standard Chartered Bank, dan GIC belum memberikan tanggapan atas perkembangan sindikasi pinjaman tersebut.

Berdasarkan ketentuan pembiayaan, pinjaman ini dikenakan margin bunga awal sekitar 250 basis poin di atas Secured Overnight Financing Rate (SOFR). Dengan tingkat SOFR saat ini, bunga efektif pinjaman diperkirakan mencapai sekitar 6,14%.

Pendiri sekaligus Chief Executive Officer (CEO) SoftBank, Masayoshi Son, sebelumnya menyatakan akan mengerahkan seluruh sumber daya perusahaan untuk mendukung OpenAI. Total komitmen investasi SoftBank di perusahaan pengembang kecerdasan buatan itu kini telah melampaui US$ 60 miliar.

OpenAI sendiri mengajukan dokumen untuk penawaran saham perdana (IPO) bulan lalu. Dalam putaran pendanaan pada Maret 2026, perusahaan tersebut memperoleh valuasi mencapai US$ 852 miliar.

Baca Juga: Bursa Asia Menguat, Harga Minyak Turun Usai Ketegangan Teluk Mereda