SoftBank Terbitkan Obligasi US$ 11,1 Miliar untuk Danai Investasi OpenAI



KONTAN.CO.ID - SoftBank Group menerbitkan obligasi senilai US$ 11,1 miliar dalam denominasi dolar AS dan euro. Aksi ini menjadi salah satu langkah pendanaan untuk menopang investasi besar SoftBank di OpenAI.

Melansir Reuters Kamis (24/9/2026), penerbitan tersebut diperkirakan menjadi penerbitan obligasi high-yield terbesar yang pernah dilakukan perusahaan asal Asia-Pasifik.

Langkah ini sekaligus menambah perhatian terhadap kondisi keuangan SoftBank, terutama jika sentimen pasar terhadap OpenAI dan perusahaan-perusahaan kecerdasan buatan (AI) berbalik negatif.


Baca Juga: Pengangguran Australia Tembus Level Tertinggi 5 Tahun, RBA Bersiap Naikkan Bunga

Pendanaan tersebut dilakukan setelah SoftBank menerbitkan obligasi senilai 1 triliun yen atau sekitar US$ 6,3 miliar pada bulan ini yang ditujukan kepada investor ritel.

SoftBank telah berkomitmen menggelontorkan dana sekitar US$ 64,6 miliar untuk OpenAI. Selain itu, perusahaan juga mengalokasikan miliaran dolar untuk berbagai proyek infrastruktur AI.

Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi pendiri SoftBank, Masayoshi Son, untuk memperkuat posisi konglomerasi Jepang itu sebagai investor besar di sektor AI.

Berdasarkan dokumen perusahaan, SoftBank menerbitkan senior notes berdenominasi dolar AS masing-masing sebesar US$ 1 miliar dengan tenor 3,5 tahun, US$ 4,5 miliar dengan tenor 5,5 tahun, dan US$ 4,5 miliar dengan tenor 7,5 tahun.

Ketiga obligasi tersebut menawarkan tingkat kupon masing-masing sebesar 8,625%, 9,25%, dan 9,75%.

Baca Juga: Dolar AS Tembus Level Tertinggi Dua Bulan, Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Menguat

SoftBank juga menerbitkan dua tranche senior notes berdenominasi euro, masing-masing senilai €500 juta dengan tenor empat tahun dan enam tahun. Obligasi tersebut menawarkan imbal hasil masing-masing sebesar 7,125% dan 8%.

Penerbitan obligasi dengan imbal hasil tinggi tersebut terjadi ketika biaya untuk mengasuransikan utang SoftBank terhadap risiko gagal bayar meningkat tajam.

Spread credit default swap (CDS) lima tahun SoftBank telah menembus lebih dari 400 basis poin pada pekan ini. Angka tersebut meningkat dari sekitar 280 basis poin pada Juni 2026 dan sekitar 200 basis poin pada Oktober 2025.

Kenaikan CDS mencerminkan meningkatnya biaya perlindungan terhadap risiko gagal bayar utang SoftBank.

Meski demikian, saham SoftBank justru menguat lebih dari 6% pada perdagangan Kamis pagi. Bursa Tokyo sebelumnya libur sejak Senin hingga Rabu karena hari libur nasional.

SoftBank menyatakan menargetkan rasio pinjaman terhadap total nilai aset atau loan-to-value (LTV) tetap di bawah 25% dalam kondisi normal. Rasio tersebut dapat meningkat hingga 35% dalam kondisi luar biasa.

Baca Juga: Meta Kejutkan Pasar, Mark Zuckerberg Perkenalkan Perangkat AI Genggam Meta Charm

Pada akhir Juni 2026, rasio LTV SoftBank tercatat sebesar 13%.

Dengan demikian, ekspansi investasi AI SoftBank saat ini masih ditopang oleh rasio utang terhadap aset yang relatif rendah.

Namun, peningkatan kebutuhan pendanaan untuk OpenAI dan proyek infrastruktur AI membuat perkembangan pasar obligasi serta sentimen investor terhadap sektor AI menjadi faktor penting bagi kondisi keuangan perusahaan ke depan.