Solusi Tunas Pratama (SUPR) Mau Delisting, Begini Penjelasan BEI



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) berencana untuk go-private dan voluntary delisting dengan harga penawaran Rp 45.000. Untuk bisa mengeksekusi rencana ini, SUPR akan meminta persetujuan pemegang saham. 

Jika tidak ada aral melintang, SUPR akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 20 Mei 2026 di Bali Room, Hotel Indonesia Kempinski Jakarta. 

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman Yetna menjelaskan rencana tersebut telah dilaksanakan berdasarkan evaluasi secara menyeluruh oleh manajemen atas strategi jangka panjang.


Baca Juga: Deadline Trump Malam Ini, Investor Harus Bersiap Hadapi Dua Skenario

Selain itu, rencana go private ini juga merupakan Grup Protelindo dalam pengelolaan aset dan kegiatan operasional yang lebih efisien, termasuk melalui restrukturisasi kepemilikan saham dalam Grup Protelindo. 

“Dalam kaitannya dengan ketentuan baru terkait dengan Free Float, kami menegaskan BEI hadir secara aktif dalam memberikan pendampingan kepada emiten,” jelas Nyoman, Selasa (7/4).  

Nyoman bilang pihaknya memahami bahwa pemenuhan ketentuan ini membutuhkan atensi dan usaha khusus oleh Perusahaan Tercatat yang belum memenuhi. Dus, BEI menyiapkan berbagai inisiatif. 

Mulai dari sosialisasi berkala terkait Free Float dan aksi korporasi, sosialisasi terkait penguatan aspek bisnis dan operasional emiten, penyediaan hot desk pendampingan (one-on-one assistance) & konsultasi. 

“Serta pelaksanaan aksi korporasi termasuk roadshow Perusahaan Tercatat bertemu dengan investor atau dari sisi demand side,” kata Nyoman. . 

Baca Juga: Surya Semesta Internusa (SSIA) Mencatat Rugi Bersih Rp 89,36 Miliar Sepanjang 2025

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News