KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sompo Insurance Indonesia atau Sompo Insurance optimistis lini bisnis asuransi properti tetap akan menjadi salah satu lini usaha yang prospektif pada tahun 2026. Buktinya, pada tahun 2025, Sompo Insurance mampu membukukan premi asuransi properti sebesar Rp 718 miliar pada 2025. Dari segi portofolio, asuransi properti menjadi salah satu penopang utama premi Sompo Insurance bersamaan dengan lini asuransi kendaraan dan kesehatan. Total, ketiganya mencatatkan kontribusi sebesar 79% sepanjang tahun 2025.
Kendati demikian, President Director & CEO Sompo Insurance Indonesia, Eric Nemitz menegaskan bahwa strategi perusahaan tidak semata-mata mengejar pertumbuhan premi secara agresif. Katanya, pengelolaan risiko tetap menjadi faktor utama dalam pengembangan bisnis asuransi properti.
Baca Juga: Yield Naik, AAJI Sebut SRBI Bisa Jadi Daya Tarik bagi Asuransi Jiwa "Tentu setiap perusahaan asuransi memiliki kepentingan untuk tumbuh. Namun, bisnis asuransi bukan hanya soal menjual produk sebanyak mungkin, tetapi bagaimana mengendalikan risiko," jelasnya di acara Media Gathering Sompo Insurance, Selasa (12/5/2026). Apalagi, lini properti menjadi salah satu segmen yang paling rentan terhadap isu bencana alam dan berbagai potensi kerugian lainnya. Karena itu, perusahaan harus memastikan potensi risiko tetap berada pada tingkat yang sehat. Dalam implementasinya, Sompo Indonesia menerapkan proses survei terhadap seluruh risiko yang akan ditanggung dalam asuransi properti. Langkah tersebut dilakukan agar perusahaan memiliki pemetaan risiko yang lebih terukur. Selain itu, perusahaan juga menjaga sebaran geografis portofolio agar risiko tidak terkonsentrasi hanya pada satu wilayah tertentu. "Kami memastikan ada
geographical spread sehingga risiko tidak hanya terfokus di satu area saja," katanya.
Baca Juga: Perbankan Syariah Bidik Pertumbuhan Wholesale Banking untuk Dorong Market Share Selanjutnya, perusahaan juga melakukan seleksi berdasarkan sektor industri yang diasuransikan. Eric menyebut, setiap industri memiliki tingkat risiko yang berbeda-beda. Ada sektor dengan risiko tinggi, tetapi ada pula sektor dengan profil risiko yang lebih rendah. Oleh karena itu, perusahaan perlu menghitung besaran eksposur secara cermat sebelum memberikan perlindungan. Dengan strategi tersebut, Sompo Indonesia berharap dapat menjaga kesehatan portofolio asuransi properti secara keseluruhan di tengah tantangan risiko yang masih tinggi. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News