Sony & Sharp berusaha keluar dari kerugian



TOKYO. Produsen elektronik asal Jepang terus mencari cara meloloskan diri dari jeratan kejatuhan bisnis televisi. Sony Corp dan Sharp Corp bakal membuat langkah besar untuk memperbaiki kinerja yang terus melorot.

Sony berharap pada pimpinan barunya. Kazuo Hirai yang akan menjabat Presiden Direktur (CEO) Sony per 1 April 2012, sudah berkomitmen membangun bisnis TV. Pria yang berhasil membangkitkan bisnis Playstation melalui efisiensi besar-besaran ini, diharapkan mampu mendulang hasil yang sama di bisnis televisi.

Maklum, selama delapan tahun terakhir, bisnis televisi Sony mencetak kerugian US$ 11 miliar. Perusahaan memperkirakan, kinerja tahunan yang akan berakhir Maret ini masih menderita rugi ¥ 220 miliar atau setara US$ 2,7 miliar.


Lantaran berambisi menyalip dominasi kompetitor, Sony mendirikan divisi baru yaitu unit hiburan rumah. Salah satunya televisi. Divisi yang langsung dipimpin Hirai akan menggantikan unit produk konsumen dan jasa.

Di sisi lain, Sony juga bakal meninjau ulang bisnis medis yang berpotensi memiliki pertumbuhan tinggi. "Produk televisi merupakan bisnis utama Sony, makanya Hirai langsung memimpin isu utama ini," kata Keita Wakabayashi, analis dari Mito Securities.

Langkah Sony memermak bisnis televisi sudah dimulai sejak tahun lalu, ketika menjual porsi patungannya di pembuatan panel. Penjualan ini memberikan efisiensi ¥ 50 miliar di bisnis televisi.

Pilihan Sharp

Produsen televisi lain yaitu Sharp, malah sepakat mencari jalan cepat untuk mengembalikan performa perusahaan yang terseret bisnis televisi yang terus melempem. Pasalnya, Sharp memperkirakan kerugian ¥ 290 miliar pada akhir Maret 2012.

Sharp menerima pinangan investor asal Taiwan, Foxconn Technology Group, yang siap membeli 9,9% sahamnya. Foxconn induk usaha Hon Hai Precision Industry, perusahaan yang mencatatkan saham di bursa China.

Chairman Foxconn, Terry Gou, dan beberapa perusahaan investasi lainnya akan membeli 46,5% saham Sharp Display Products Corp. Total nilai investasi mereka sebesar US$ 1,6 miliar.

Foxconn merupakan pemasok panel datar produk andalan Apple, yakni iPad. Perusahaan berharap Sharp akan membantu inovasi pasokan layar datar untuk Apple di masa mendatang.

Analis melihat pertaruhan Foxconn pada Sharp terlalu agresif. "Foxconn sangat menggantungkan diri pada produk Apple, bukan hanya iPad tapi juga televisi Apple yang belum ada produknya," kata Vincent Chen, analis Financial Holding Co di Taipei.

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie