KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Risiko kenaikan harga pangan global membayangi Indonesia seiring potensi gangguan produksi pertanian akibat fenomena El Nino, kenaikan harga energi dan pupuk, serta meningkatnya kebutuhan minyak sawit untuk biodiesel. Dalam laporan Energy disruption and El Nino: Leading to a global food crisis?, S&P Global Institute memperkirakan produksi minyak sawit Indonesia berpotensi turun hingga 5,8 juta ton akibat dampak El Nino, sementara Malaysia berisiko kehilangan 2,5 juta ton. Dampaknya diperkirakan mulai terlihat lebih nyata pada Maret 2027 karena respons produksi sawit terhadap cuaca memiliki jeda sekitar enam hingga delapan bulan.
S&P Global: Produksi Sawit RI Terancam Susut 5,8 Juta Ton Akibat El Nino
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Risiko kenaikan harga pangan global membayangi Indonesia seiring potensi gangguan produksi pertanian akibat fenomena El Nino, kenaikan harga energi dan pupuk, serta meningkatnya kebutuhan minyak sawit untuk biodiesel. Dalam laporan Energy disruption and El Nino: Leading to a global food crisis?, S&P Global Institute memperkirakan produksi minyak sawit Indonesia berpotensi turun hingga 5,8 juta ton akibat dampak El Nino, sementara Malaysia berisiko kehilangan 2,5 juta ton. Dampaknya diperkirakan mulai terlihat lebih nyata pada Maret 2027 karena respons produksi sawit terhadap cuaca memiliki jeda sekitar enam hingga delapan bulan.